Sentimen Konsumen Jepang Bangkit di Tengah Gelombang Stimulus Ekonomi Terbesar

- Rabu, 26 November 2025 | 17:45 WIB
Sentimen Konsumen Jepang Bangkit di Tengah Gelombang Stimulus Ekonomi Terbesar
Update Ekonomi Jepang

Pemerintah Jepang baru aja ngeluarin laporan terbaru. Intinya, mereka bilang sentimen konsumen terhadap perekonomian lagi membaik. Kabar baik ini datang di tengah situasi inflasi yang ternyata masih belum reda juga. Meski begitu, pandangan soal pemulihan ekonomi yang moderat tetap dipegang teguh.

Laporan bulanan yang dirilis Rabu (26/11/2026) itu menunjukkan sikap optimis, tapi ya tetap hati-hati sih. Mereka tegaskan lagi bahwa ekonomi terbesar keempat di dunia ini memang sedang dalam proses pemulihan, meski jalannya pelan. Tapi jangan lupa, ada juga peringatan soal risiko dari kebijakan perdagangan AS yang bisa bikin keadaan runyam.

Nah, soal sentimen konsumen, ada penjelasan menarik dari seorang pejabat Kantor Kabinet.

"Sentimen konsumen sempat anjlok sekitar April waktu pembicaraan tarif AS mulai ramai. Tapi setelah itu, perlahan-lahan membaik dan tren positif ini terus berlanjut sampai sekarang,"

Di sisi lain, konsumsi swasta yang nyumbang lebih dari separuh perekonomian Jepang juga menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Pemerintah catat, indikator ini udah naik selama tiga bulan berturut-turut. Tapi ya gitu, di bagian lain laporan, penilaian terhadap impor justru diturunkan.

Yang menarik, pandangan tentang harga korporasi domestik juga direvisi. Dari sebelumnya dianggap "datar", sekarang jadi "naik moderat". Perubahan ini cukup signifikan buat dicatat.

Memang, ekonomi Jepang sempat kontraksi di periode Juli-September lalu. Itu jadi kontraksi pertama setelah enam kuartal berturut-turut positif. Tapi para ekonom bilang, penurunan ini lebih karena faktor-faktor khusus aja. Intinya, permintaan swasta secara fundamental masih kuat banget.

Laporan ini muncul pas banget beberapa hari setelah kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi nyetujui paket stimulus ekonomi yang gila-gilaan besarnya. Nilainya mencapai 21,3 triliun yen atau sekitar USD135,8 miliar. Yang bikin tambah heboh, paket ini termasuk pengeluaran rekening umum sebesar 17,7 triliun yen - stimulus terbesar sejak masa pandemi COVID melanda.

Jadi gini, meski ada tantangan inflasi dan gejolak perdagangan global, Jepang tetep optimis. Perlahan tapi pasti, ekonominya mencoba bangkit kembali.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar