Ekspor Perdana Suzuki Satria Tandai 55 Tahun Dedikasi di Indonesia
Produksi Lokal Berkualitas Global Menembus 100 Pasar Internasional
PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mengukuhkan posisi Indonesia sebagai basis produksi global dengan meluncurkan ekspor perdana Suzuki Satria. Model terbaru yang bergaya sporty ini diproduksi di fasilitas berteknologi tinggi Suzuki di Tambun, Bekasi, menandai babak baru dalam sejarah industri otomotif nasional.
Pencapaian Sejarah Panjang
Presiden Direktur PT SIM, Minoru Amano, mengungkapkan momen bersejarah ini merupakan buah dari perjalanan 55 tahun dedikasi Suzuki di Indonesia. "Ini adalah hasil dari perjalanan panjang sejak tahun pertama kami di Indonesia pada 1970," tegas Amano dalam konferensi pers di Cikarang.
Data yang dirilis perusahaan menunjukkan kontribusi signifikan Suzuki bagi industri otomotif Indonesia. Selama lebih dari lima dekade, Suzuki telah memproduksi lebih dari 11,8 juta unit sepeda motor dan 3,2 juta unit mobil yang tersebar di berbagai pasar global.
"Pencapaian ini menegaskan bahwa kendaraan yang diproduksi di Indonesia telah memenuhi standar kualitas Suzuki global. Kami terus memperkuat Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan untuk kawasan Asia Tenggara," tegas Amano.
Jaringan ekspor Suzuki Indonesia kini mencakup lebih dari 100 negara tujuan, meliputi kawasan Asia, Amerika Latin, Eropa, dan Oseania. Ekspansi pasar ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas produk otomotif buatan Indonesia.
Dukungan Pemerintah dan Tingkat Komponen Lokal
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap komitmen ekspor Suzuki. "Ini merupakan refleksi nyata sinergi kekuatan industri nasional dan komitmen Suzuki untuk tumbuh bersama bangsa Indonesia," ujarnya.
Yang membanggakan, Suzuki Satria mencatat tingkat kandungan lokal mencapai 82 persen. Angka ini menjadikan motor tersebut sebagai produk dalam negeri yang sesungguhnya, sekaligus bukti kemampuan industri komponen otomotif lokal dalam memenuhi standar internasional.
"Boleh dibilang motor Suzuki Satria ini betul-betul produk bangsa kita, produk Indonesia, produk industri nasional," tegas Faisol dengan penuh kebanggaan.
Keberhasilan ekspor perdana Suzuki Satria tidak hanya menjadi prestasi bagi perusahaan, tetapi juga menjadi bukti nyata peningkatan daya saing industri otomotif Indonesia di kancah global. Langkah strategis ini diharapkan dapat memicu gelombang ekspor produk otomotif nasional lainnya.
Artikel Terkait
Utusan Trump Temui Reza Pahlavi, Isyarat Perubahan Sikap AS terhadap Rezim Iran
Trump Tolak Putusan MA, Klaim Tak Perlu Izin Kongres untuk Terapkan Tarif
Pengamat Peringatkan Risiko Defisit dan Pelemahan Rupiah dari Impor Minyak AS
Ahli Gizi Ungkap Peran Minyak Zaitun Tingkatkan Penyerapan Nutrisi