Di sisi lain, Trump telah melayangkan berbagai tuduhan terhadap Petro dan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro. Trump menuduh keduanya terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional, klaim yang secara tegas dibantah oleh kedua pemimpin negara tersebut. Sebagai bentuk tekanan, AS juga telah mencabut status Kolombia sebagai sekutu dalam perang melawan narkoba dan menghentikan bantuan keuangan untuk negara tersebut.
Operasi Militer AS dan Kritik dari Masyarakat Internasional
Ketegangan semakin memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Amerika Latin menyusul meningkatnya aktivitas militer AS. Amerika Serikat mengklaim telah melakukan sekitar 20 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terkait penyelundupan narkoba sejak bulan September. Operasi-operasi ini dilaporkan menewaskan sekitar 80 orang dan dilakukan di perairan internasional, termasuk kawasan Karibia dan Pasifik Timur.
Aksi unilateral AS ini menuai kritik tajam dari berbagai pemimpin Amerika Latin, pakar hukum internasional, serta kelompok pemerhati HAM. Mereka menilai serangan-serangan tersebut sebagai bentuk pembunuhan di luar hukum, mengingat para tersangka seharusnya diberikan proses pengadilan yang fair jika memang terbukti melakukan pelanggaran.
Dengan penguatan armada udaranya melalui jet tempur Gripen, Kolombia menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mandiri. Langkah strategis ini menjadi penanda pergeseran aliansi dan dinamika keamanan yang baru di kawasan Amerika Latin.
Artikel Terkait
Agam Waspada: Longsor Susulan Mengintai Pasca Banjir Bandang
Mulai 2026, Uji Berkala Kendaraan Bakal Pakai Sistem Baru yang Lebih Ketat
Tesla Tersalip BYD, Masa Depan Elon Musk Kini Bergantung pada Robotaxi
Souza Tak Pusing Laga Persija Cuma Tayang Streaming, Fokusnya Penuhi SUGBK