Danantara Pangkas 1.000 BUMN Jadi 200 Perusahaan, Ini Alasan di Balik Restrukturisasi
Jakarta - Langkah restrukturisasi besar-besaran akan dilakukan oleh Danantara terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rencananya, jumlah BUMN yang awalnya lebih dari 1.000 perusahaan akan dipangkas signifikan menjadi hanya sekitar 200 perusahaan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa hampir setengah dari total BUMN yang ada saat ini masih tercatat merugi.
Febriany Eddy, Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan BUMN yang dinilai tidak memberikan manfaat akan dieliminasi. Hal ini disebabkan karena banyak keputusan pembentukan anak usaha di masa lalu yang konteksnya sudah sangat berbeda dengan kondisi bisnis saat ini.
Febriany juga menyinggung adanya faktor "bad actor" atau aktor yang buruk di balik pembentukan beberapa anak usaha BUMN. Kondisi ini pada akhirnya membebani perusahaan induk BUMN dengan biaya operasional dari banyaknya anak-cucu usaha tanpa adanya proses pengambilan keputusan yang jelas dan menguntungkan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia