Roy Suryo Klaim Foto di Ijazah Jokowi Adalah Dumatno, Ini Faktanya

- Kamis, 13 November 2025 | 00:50 WIB
Roy Suryo Klaim Foto di Ijazah Jokowi Adalah Dumatno, Ini Faktanya
Fakta Foto Ijazah Jokowi: Klaim Roy Suryo dan Sosok Dumatno

Klaim Roy Suryo: Sosok di Foto Ijazah Jokowi Bukan Presiden, Tapi Dumatno

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, membuat pernyataan kontroversial terkait kasus dugaan ijazah Presiden Joko Widodo. Dalam pernyataannya, Roy Suryo dengan tegas menyatakan bahwa foto yang tertera pada dokumen ijazah tersebut bukanlah wajah Jokowi.

Siapa Dumatno Budi Utomo?

Roy Suryo mengidentifikasi pria dalam foto ijazah itu sebagai Dumatno Budi Utomo. Menurut penjelasannya, terdapat perbedaan ciri fisik yang signifikan antara wajah di foto dengan penampilan Presiden Jokowi yang dikenal publik. Ia menyoroti bentuk bibir dan leher yang diyakininya bukan milik Jokowi.

Lebih lanjut, Roy Suryo mengungkapkan bahwa Dumatno merupakan sepupu dari Presiden Jokowi. Dumatno disebutkan sebagai pemilik sarana bulu tangkis di Solo dan menjabat sebagai Komisaris di PT Toba. Profil usia Dumatno yang lahir pada Juli 1977 dinilai cocok dengan rentang waktu pembuatan ijazah yang diperkirakan antara tahun 2010 hingga 2012.

Kesaksian Rustam Effendi

Pernyataan serupa juga datang dari Rustam Effendi, salah satu tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu ini. Rustam mengklaim mendapatkan informasi bahwa foto pada ijazah tersebut adalah milik Dumatno Budi Utomo.

Klaim ini berdasarkan cerita keponakan Rustam yang berteman dengan anak Dumatno. Menurut pengakuan tersebut, anak Dumatno mengakui bahwa foto yang menjadi perbincangan publik adalah foto ayahnya. Rustam pun berencana menghadirkan kedua saksi ini di persidangan untuk membuktikan kebenaran pernyataannya.

Rustam menambahkan bahwa proses hukum yang menjeratnya justru dianggap sebagai kesempatan untuk mengungkap fakta sebenarnya. Ia berharap kehadiran Presiden Jokowi di pengadilan dapat menjawab semua pertanyaan publik mengenai foto kontroversial di ijazah tersebut.

Kasus ini terus berkembang dan menarik perhatian banyak pihak. Publik menunggu perkembangan lebih lanjut dan kejelasan mengenai kebenaran klaim-klaim yang telah dilayangkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar