Sebelum penetapan resmi pada 10 November 2025, sebuah survei dari KedaiKopi menyatakan bahwa lebih dari 80 persen masyarakat Indonesia menyetujui Soeharto diangkat sebagai pahlawan nasional. Rocky Gerung melihat hal ini sebagai masalah serius dalam dinamika politik Indonesia.
Ia menegaskan bahwa masalah utamanya adalah ketika politik hanya ditentukan oleh hasil survei. Ada upaya, bukan hanya memalsukan sejarah, tetapi mengubah sejarah menjadi permainan statistik dan survei semata.
Diamnya Tokoh Kiri di Kabinet
Rocky Gerung juga menyayangkan sikap para tokoh yang dikenal beraliran kiri dan kini menduduki posisi di kabinet. Ia menyoroti bahwa menteri-menteri dari kalangan kiri tersebut tidak memberikan suara kritis dan justru terlihat mengamini hasil survei yang kontroversial ini.
Polemik ini menyisakan pertanyaan mendalam tentang integritas penulisan sejarah, objektivitas pemberian gelar kehormatan negara, dan pengaruh opini publik yang dibentuk melalui metode tertentu.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Ungkap Enam Versi Ijazah Jokowi, Soroti Emboss Misterius dari Polda
PKS di Persimpangan: Ikut Arus Kekuasaan atau Teguh pada Prinsip?
Ahok Bongkar Motif di Balik Wacana Pilkada Lewat DPRD: Ini Pasar Gelap Politik!
Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek