Budi Arie Setiadi Ingin Gabung Gerindra, DPC Pematangsiantar Tolak
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan keinginannya untuk bergabung ke Partai Gerindra. Namun, rencana ini mendapat penolakan dari DPC Partai Gerindra Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Alasan Penolakan DPC Gerindra Pematangsiantar
Ketua DPC Partai Gerindra Pematangsiantar, Gusmiyadi, menyatakan bahwa rencana Budi Arie dinilai sebagai langkah pragmatis. Masyarakat mempersepsikan langkah ini sebagai upaya untuk tetap berada di dekat kekuasaan Prabowo Subianto.
Gusmiyadi menilai ada beberapa alasan di balik keinginan Budi Arie bergabung dengan Gerindra:
- Melindungi diri dari potensi jeratan hukum.
- Berharap mendapat posisi penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Langkah ini dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap Prabowo, yang saat ini dinilai fokus pada pemberantasan korupsi.
Kontroversi Seputar Projo dan Langkah Politik
Penolakan juga muncul menyusul klaim terbaru Budi Arie tentang logo Projo dan sanggahannya bahwa Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi. Gusmiyadi menyebut langkah ini sebagai langkah tidak beradab dan zig-zag dalam dunia politik.
Oleh karena itu, Gusmiyadi menegaskan bahwa bergabungnya Budi Arie ke Gerindra dipandang hanya sebagai upaya mencari suaka politik dan menjaga peluang mendapatkan jabatan di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Permohonan Izin Budi Arie ke Relawan Projo
Sebelumnya, Budi Arie telah menyampaikan permohonan izin kepada para relawan Projo untuk melangkah ke dunia politik praktis melalui Partai Gerindra. Pernyataan ini disampaikannya dalam Kongres III Projo yang dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Budi Arie beralasan memilih Gerindra karena melihat program-program yang diusung Prabowo Subianto memberikan manfaat besar bagi bangsa. Ia juga mengaku sebagai satu-satunya orang yang diminta langsung oleh Presiden di sebuah forum untuk berpartai.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI