Pamali Presiden Melayat ke Keraton Solo: Mitos atau Fakta Berdasar Sejarah?

- Minggu, 02 November 2025 | 21:50 WIB
Pamali Presiden Melayat ke Keraton Solo: Mitos atau Fakta Berdasar Sejarah?

Pamali Presiden Melayat ke Keraton Solo: Mitos atau Tradisi?

Sebuah kepercayaan atau pamali lama beredar terkait kedatangan Presiden dan Wakil Presiden ke Keraton Kasunanan Surakarta saat raja wafat. Konon, hal ini diyakini dapat membawa petaka bagi pemimpin negara yang bersangkutan.

Respon Ahli Soal Rencana Jokowi dan Gibran Melayat

Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, memberikan tanggapannya mengenai rencana mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk melayat mendiang Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB) XIII.

"Ini hanya rumor, bisa benar bisa tidak. Namun, dalam tradisi keraton, hal semacam ini tetap dihormati. Biasanya, bentuk penghormatan yang diberikan adalah dengan mengirimkan karangan bunga tanpa harus hadir secara langsung," jelas Sutoyo dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 2 November 2025.

Kilas Balik Pamali dan Peristiwa Sejarah

Pamali ini dikaitkan dengan peristiwa sejarah, yaitu kunjungan mantan Presiden Soeharto ke Keraton Kasunanan Surakarta. Tak lama setelah kunjungan tersebut, terjadi peristiwa besar kerusuhan Mei 1998 yang berujung pada lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan.

Sutoyo menambahkan, "Tidak perlu dipercayai sepenuhnya, tetapi bagi mereka yang masih menghormati adat dan tradisi Jawa, tidak ada salahnya untuk berhati-hati."

Rencana Kedatangan Jokowi dan Gibran ke Keraton

Jokowi dan Gibran telah dijadwalkan untuk melayat ke Keraton Kasunanan Surakarta. Rencananya, keduanya akan didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi.

Juru bicara Keraton Surakarta, KGPH Dipokusumo, mengonfirmasi rencana ini. "Saya mendapat perintah untuk menyambut kedatangan beliau. Informasinya akan datang bersama Pak Gubernur," ujarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar