Prosesi adat di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu siang (27/6/2026), berubah menjadi pusat perhatian nasional bukan karena kemegahan gelar yang disematkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo, melainkan karena sebuah momen singkat: kedua kaki Jokowi menginjak kepala kerbau. Aksi yang berlangsung hanya beberapa menit itu langsung menjadi viral dan memicu perdebatan hangat di media sosial.
Hingga acara usai, Jokowi memilih bungkam soal makna ritual tersebut. Panitia dan pemangku adat Kedaton Keagungan juga belum memberikan penjelasan filosofis resmi. Kekosongan informasi ini dimanfaatkan netizen dan pengamat untuk melontarkan beragam tafsir, mulai dari simbol penaklukan ego hingga pesan kekuasaan.
Di luar spekulasi, prosesi adat ini sejatinya merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari lima kerajaan adat Lampung kepada Jokowi. Acara berlangsung khidmat, dihadiri penyimbang adat senior, tokoh masyarakat, dan pegiat budaya. Namun, seperti biasa, hal yang tidak lazim selalu lebih menarik perhatian. Gelar adat yang diterima Jokowi kini harus berbagi sorotan dengan teka-teki kepala kerbau.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kerajaan adat maupun Jokowi mengenai makna ritual tersebut. Momen singkat itu telah menjadi bagian paling banyak dibicarakan dari seluruh rangkaian acara.
Artikel Terkait
PDIP Tuding Blusukan Jokowi untuk Amankan Posisi Gibran dan Kaesang di Pemilu 2029
Gerindra Santai Tanggapi Blusukan Politik Jokowi-Kaesang, Tapi Tolak Wacana Prabowo Dua Periode
Jokowi Mulai Blusukan di Lampung, Tiga Hari Disi Agendakan Hadiri Acara PSI
Analis: Reshuffle Kabinet Jadi Ajang Adu Pengaruh PDIP dan Kubu Jokowi