Jokowi Buka Suara Soal Posisi Duduk Gibran yang Terpisah dalam Sidang Kabinet

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:06 WIB
Jokowi Buka Suara Soal Posisi Duduk Gibran yang Terpisah dalam Sidang Kabinet

Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara mengenai sorotan publik terhadap posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terpisah dari Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7). Jokowi menegaskan bahwa kedudukan wakil presiden telah diatur jelas dalam konstitusi dan undang-undang keprotokolan.

"Secara kedudukan wakil presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas. Dan ada undang-undang keprotokolan juga jelas semuanya," kata Jokowi di Solo, Rabu (12/8). Ia menambahkan bahwa aturan tersebut seharusnya menjadi acuan dalam menentukan posisi dalam setiap agenda kenegaraan. "Sudah diikuti saja aturannya di situ, karena sudah jelas semuanya (duduk presiden dan wapres)," ujarnya.

Ketika ditanya apakah aturan yang dimaksud menempatkan keduanya sejajar, Jokowi meminta awak media untuk mencermati kembali ketentuan yang berlaku. "Ya, coba dibaca aturannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah memberikan penjelasan mengenai pengaturan posisi duduk tersebut. Dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana, Gibran tampak duduk sederet dengan para menteri koordinator. Prasetyo menjelaskan bahwa SKP merupakan sidang rutin pertengahan tahun untuk mengevaluasi capaian pemerintah pada semester pertama sekaligus memberikan arahan percepatan program prioritas pada semester kedua.

"Sidang kabinet paripurna sebelum yang kemarin itu dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026. Jadi kurang lebih empat bulan yang lalu. Ini adalah sidang kabinet paripurna rutin yang diselenggarakan oleh Bapak Presiden," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Prasetyo, dalam sidang tersebut Prabowo menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemerintah selama sekitar 20-21 bulan masa pemerintahannya. Karena materi yang dipaparkan cukup banyak dan disertai data-data, Prabowo perlu menggunakan teleprompter sebagai alat bantu presentasi. Prasetyo menegaskan, penggunaan teleprompter itulah yang memengaruhi pengaturan posisi duduk Presiden dan Wakil Presiden selama sidang berlangsung.

"Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah," tuturnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags