Suasana di Beach City International Stadium, Ancol, siang itu cukup ramai. Tepat pukul dua siang, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya tiba. Ia datang untuk membuka Rapat Kerja Nasional pertama partainya sekaligus merayakan HUT ke-53 PDIP.
Putranya, Muhammad Prananda Prabowo, yang juga Ketua DPP, mendampingi langkahnya.
Begitu turun dari mobil, sambutan hangat langsung mengalir. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah menunggu. Tak ketinggalan, Puti Guntur Soekarno, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, turut menyambut sang ketua umum.
Nuansa Jakarta benar-benar terasa. Beberapa Abang dan None Jakarta berjejer, salah satunya maju dan menyodorkan seikat bunga mawar putih. Megawati menerimanya dengan senyum, lalu memberikannya kepada Prananda. Bunga itu kemudian berpindah tangan ke Puti Guntur.
Setelah itu, perhatian beralih ke eskalator yang akan membawa mereka ke ruang utama acara. Megawati berpegangan pada lengan Prananda sebelum naik. Saat sudah berada di eskalator yang bergerak, ia menoleh ke arah kerumunan wartawan yang memanggil namanya. Tangannya pun melambai, santai namun penuh wibawa.
Rakernas yang berlangsung tiga hari, dari 10 hingga 12 Januari ini, mengusung tema besar "Satyam Eva Jayate". Kalimat berbahasa Sansekerta itu punya makna yang dalam: "Kebenaran akan Menang".
Di sisi lain, ada juga subtema yang tak kalah kuat: "Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya". Rupanya, frasa ini diambil dari lirik stanza kedua lagu Indonesia Raya. Pilihan tema ini jelas bukan tanpa maksud, menggambarkan posisi dan komitmen partai.
Menurut Hasto Kristiyanto, rakernas ini dihadiri oleh pengurus dari pusat hingga daerah. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni.
"Rakernas ini akan membahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai,"
Demikian penjelasan Sekjen PDIP itu dalam keterangan persnya sehari sebelumnya, Jumat 9 Januari 2026. Agenda partai memang selalu menarik untuk disimak, apalagi di tahun-tahun yang penuh dinamika.
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo