Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Doktor Palsu: Ini Fakta dan Kronologi Lengkapnya

- Selasa, 18 November 2025 | 10:00 WIB
Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Doktor Palsu: Ini Fakta dan Kronologi Lengkapnya
Hakim MK Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Palsu, Ini Penjelasan Lengkapnya

Hakim MK Arsul Sani Bantah Tegas Tuduhan Ijazah Doktor Palsu

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arsul Sani, secara tegas membantah tudingan yang menyatakan bahwa ijazah gelar doktoral yang dimilikinya adalah palsu. Untuk mengklarifikasi hal ini, Arsul Sani secara langsung menunjukkan dokumen asli ijazahnya kepada publik.

Konferensi pers yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, menjadi momen dimana Arsul Sani memberikan penjelasan terbuka. Ia menerangkan bahwa ia diwisuda dari Collegium Humanum atau Warsaw Management University dan secara resmi menerima ijazah doktoral asli pada tahun 2022.

Proses dan Perjalanan Pendidikan Doktor Arsul Sani

Arsul Sani memaparkan kronologi detail perjalanannya meraih gelar doktor, yang dimulai sejak tahun 2011. Awalnya, mantan Sekretaris Jenderal PPP ini mendaftar dalam program studi di bidang justice dan policy di Glasgow Caledonian University.

Tahap pertama pendidikannya berhasil diselesaikan pada akhir tahun 2012. Pada fase ini, Arsul dinyatakan lulus dan menerima transkrip nilai dengan total kredit yang diraih mencapai 180 poin dari tiga mata kuliah yang diambil.

Setelah menyelesaikan tahap kursus, Arsul kemudian memasuki tahap penelitian atau riset disertasi pada tahun 2013. Namun, pada periode tersebut, kesibukannya sebagai anggota DPR RI dan menjalankan tugas sebagai pejabat di DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuat proses penelitiannya terhambat.

Keterbatasan waktu ini akhirnya membuat Arsul memutuskan untuk mengundurkan diri dari program doktoral di Glasgow Caledonian University pada tahun 2017. Keputusan ini diambil meskipun ia telah mengumpulkan kredit poin yang cukup.

Melanjutkan Studi ke Warsaw Management University

Tekad untuk menyelesaikan gelar doktor tidak pupus. Arsul Sani kemudian mencari universitas lain dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Collegium Humanum atau Warsaw Management University pada tahun 2020.

Ia mendaftar melalui skema program transfer doktor. Skema ini memungkinkan kredit dan pencapaian akademik yang telah ia raih di Glasgow Caledonian University untuk diakui dan diterima oleh universitas yang baru.

Di universitas ini, Arsul menulis disertasinya dengan judul "Re-examining the Considerations of National Security Interest and Human Rights Protection in Counter Terrorism Legal Policy".

Arsul menegaskan bahwa proses penelitian untuk disertasinya dilakukan secara komprehensif dan melibatkan wawancara dengan para kepala lembaga yang terkait langsung dengan isu terorisme dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dengan penjelasan yang rinci dan transparan ini, Arsul Sani berharap publik dapat memahami perjalanan akademisnya yang sah dan menjawab segala tuduhan yang tidak benar terkait ijazah yang dimilikinya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar