Rumah Lamine Yamal Disatroni Maling Saat Bela Spanyol di Piala Dunia 2026

- Kamis, 16 Juli 2026 | 17:15 WIB
Rumah Lamine Yamal Disatroni Maling Saat Bela Spanyol di Piala Dunia 2026

Rumah pemain tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, menjadi sasaran pencurian saat ia tengah berlaga di Piala Dunia 2026. Dua orang pria bertopeng mencoba menyatroni kediamannya di Spanyol pada Rabu (15/7/2026) pagi, namun aksi mereka gagal setelah diketahui petugas keamanan.

Peristiwa itu terjadi tak lama setelah Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 dalam semifinal yang berlangsung di Dallas, Amerika Serikat. Rumah Yamal dalam keadaan kosong karena ia sedang bertugas membela negaranya di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Petugas keamanan yang berjaga melihat kedua pelaku sudah berada di atas tembok pembatas rumah. Alarm keamanan langsung dibunyikan, membuat para pelaku panik dan melarikan diri sebelum sempat masuk ke dalam rumah. Tidak ada laporan barang hilang atau kerugian materi akibat kejadian ini.

Pihak kepolisian telah membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga telah dimintai keterangan, namun hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi. Yamal sendiri belum menanggapi insiden tersebut dan dipastikan tetap fokus pada pertandingan Piala Dunia.

Bukan Kasus Pertama

Peristiwa serupa sebelumnya juga menimpa rekan setim Yamal, Pau Cubarsi dan Joan Garcia, pada Februari lalu. Para pemain sepak bola kerap menjadi sasaran pencurian saat sedang bertanding, sehingga mereka memperketat sistem keamanan dengan mengerahkan petugas keamanan selama 24 jam.

Lamine Yamal merupakan salah satu talenta muda paling bersinar di sepak bola Spanyol. Kariernya melejit bersama Barcelona dan tim nasional, dengan memecahkan sejumlah rekor sebagai pemain termuda yang tampil dan mencetak gol untuk negaranya. Performa impresifnya di Piala Dunia 2026 semakin mengukuhkan namanya sebagai calon bintang besar sepak bola dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags