Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Raksasa dengan Sejarah Seimbang

- Kamis, 16 Juli 2026 | 17:00 WIB
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Raksasa dengan Sejarah Seimbang

Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia: Spanyol dan Argentina. Pertandingan puncak ini dijadwalkan berlangsung di Stadion New York, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB atau 03.00 Wita. Kedua tim datang dengan performa impresif sepanjang turnamen, menjadikan laga ini salah satu final paling menarik dalam beberapa edisi terakhir.

Bagi Argentina, partai ini juga menjadi kesempatan membalas kenangan pahit. Pada 27 Maret 2018, dalam laga persahabatan di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Argentina dibantai 1-6 oleh Spanyol. Saat itu, Lionel Messi absen karena cedera. Spanyol berpesta lewat hattrick Isco serta gol Diego Costa, Thiago Alcantara, dan Iago Aspas, sementara Argentina hanya mampu membalas melalui sundulan Nicolas Otamendi.

Kini kondisinya jauh berbeda. Messi kembali memimpin Argentina menuju final Piala Dunia untuk kedua edisi secara beruntun, sementara Spanyol datang dengan generasi baru yang tampil luar biasa di bawah asuhan Luis de la Fuente.

Rekor Pertemuan

Sejarah mencatat kedua negara memiliki rekor pertemuan yang nyaris identik. Dari 14 pertemuan di level senior, masing-masing tim sama-sama mengoleksi enam kemenangan, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang. Meski sering bertemu di laga persahabatan, kedua negara sangat jarang berhadapan di ajang Piala Dunia. Pertemuan terakhir terjadi pada fase grup Piala Dunia 1966, ketika Argentina menang 2-1 atas Spanyol. Karena itu, final Piala Dunia 2026 akan menjadi sejarah baru: untuk pertama kalinya, Spanyol dan Argentina saling berhadapan dalam partai puncak turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Pada era klasik, Argentina lebih sering mendominasi. Namun memasuki abad ke-21, Spanyol beberapa kali mampu membalas, termasuk kemenangan telak 6-1 pada 2018 yang hingga kini masih menjadi kemenangan terbesar mereka atas Albiceleste.

Jalan Spanyol Menuju Final

La Roja menunjukkan konsistensi sejak fase grup hingga semifinal. Mereka lolos sebagai juara Grup H sebelum menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis. Salah satu kekuatan terbesar Spanyol adalah lini pertahanannya. Sejak memasuki fase gugur, mereka hanya sekali kebobolan.

Jalan Argentina Menuju Final

Berbeda dengan Spanyol, Argentina lebih sering menghadapi pertandingan yang penuh tekanan. Namun, tim asuhan Lionel Scaloni selalu berhasil menemukan cara untuk keluar sebagai pemenang. Kemenangan atas Inggris di semifinal menjadi bukti mental juara Albiceleste. Sempat tertinggal, Argentina bangkit lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada menit-menit akhir.

Adu Kekuatan

Spanyol tampil dengan identitas permainan berbasis penguasaan bola dan pergerakan cepat dari kedua sisi lapangan. Lamine Yamal menjadi ancaman utama di sektor sayap, sementara lini tengah mampu mengontrol ritme permainan sepanjang turnamen. Di sisi lain, Argentina mengandalkan pengalaman serta mental juara. Kehadiran Lionel Messi masih menjadi pembeda, tetapi kekuatan Albiceleste kini jauh lebih merata berkat kontribusi Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, hingga Lautaro Martinez.

Statistik Menuju Final

Spanyol belum terkalahkan sepanjang Piala Dunia 2026, hanya kebobolan satu gol sejak babak gugur, dan mencatat 37 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi. Argentina menyapu bersih seluruh pertandingan di Piala Dunia 2026, menjadi tim tersubur dengan koleksi 19 gol, dan tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Dengan rekor pertemuan yang seimbang, performa impresif sepanjang turnamen, serta kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, final Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung ketat. Spanyol membawa pertahanan terbaik, sementara Argentina datang dengan pengalaman, mental juara, dan Lionel Messi yang kembali menjadi pusat permainan Albiceleste.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags