“Aku melihat dengan jelas banget air itu menghampiri, ada banyak orang teriak tolong, lari air sudah sampai, pergi-pergi, kita benar-benar enggak bisa lihat daratan lagi, mobil-mobil kebawa arus,”
jelasnya lagi. Suara teriakan minta tolong dan kepanikan itu terus menghantuinya, bahkan setelah ia terbangun.
Menurutnya, penglihatan ini datang bolak-balik. Sangat mengganggu. Sampai-sampai ia merasa kesulitan untuk mencari kata yang pas. Gimana ya njelasinnya? Seperti tsunami tapi bukan. Dibilang banjir, tapi skalanya jauh lebih spektakuler. Airnya banyak banget, susah dibayangkan.
“Itu sangat mengganggu tidur saya, jadi agak keganggu banget dengan mimpi,”
tukas Roy.
Intinya, ramalannya untuk 2026 itu suram. Sebuah visi tentang air yang meluap luar biasa, menghantam daratan, dan menciptakan kepanikan massal. Sebuah gambaran yang ia harap tidak akan pernah jadi kenyataan.
Artikel Terkait
Libur Natal Usai 28 Desember, Kapan Giliran Tahun Baru?
Dedi Mulyadi Soroti Bupati Cirebon soal Rencana Sawit yang Tak Dilaporkan
Guru Pasuruan Dipecat Usai Curhat Jarak Mengajar Viral
Tahanan Demo Meninggal di Medaeng, KontraS Soroti Dugaan Penelantaran Kesehatan