Malam Kelabu di Kan-Etsu: Rantai Tabrakan dan Kobaran Api di Tengah Hujan Salju

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:45 WIB
Malam Kelabu di Kan-Etsu: Rantai Tabrakan dan Kobaran Api di Tengah Hujan Salju

Gambarannya mirip adegan film bencana. Ratusan meter jalan tol di Prefektur Gunma, Jepang, berubah jadi kuburan besi berasap. Puluhan mobil dan truk ringsek, bertumpuk, sebagian masih membara. Inilah puncak dari sebuah kecelakaan beruntun masif yang menyita perhatian dunia, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai puluhan lainnya.

Menurut keterangan polisi, semuanya berawal Jumat malam, 26 Desember 2025. Cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan salju mengguyur Kan-Etsu Expressway di wilayah Minakami, mengubah permukaan jalan jadi lapisan es yang licin. Meski sudah ada imbauan untuk melambat, kondisi itu rupanya di luar kendali.

Seorang sopir truk berusia 60-an tahun menggambarkan kepanikan saat itu. Ia mengaku terpaksa membanting setir untuk menghindari tabrakan, hingga akhirnya menabrak pembatas jalan.

"Es membuat saya sulit mengendalikan kemudi. Saya benar-benar takut kehilangan nyawa," katanya, seperti dilaporkan The Straits Times.

Tak lama setelah itu, ia mendengar ledakan keras bukan cuma sekali, tapi empat kali dari arah belakang. Itulah awal dari rentetan bencana.

Rupanya, sebuah truk menabrak truk lain yang sudah terlebih dahulu berhenti. Tabrakan awal itu bagai domino pertama. Kendaraan-kendaraan di belakang, yang sulit mengerem di atas es, saling menghantam dalam waktu singkat. Area sepanjang 300 meter itu pun jadi medan tabrakan berantai.

Data terakhir dari polisi menyebutkan, sedikitnya 57 kendaraan terlibat. Lebih dari sepuluh di antaranya terbakar hebat, dan api baru bisa dipadamkan setelah petugas berjuang hampir tujuh setengah jam. Jalan yang lurus, dengan sedikit tikungan, membuat pengemudi hampir tak punya ruang untuk menghindar.

Korban pun berjatuhan. Seorang perempuan lanjut usia, 77 tahun, asal Tokyo, dinyatakan tewas di tempat. Satu korban jiwa lagi ditemukan di dalam kendaraan lainnya. Sedangkan 26 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan lima korban dalam kondisi serius.

Pasca-kejadian, ruas jalan tol itu langsung ditutup total. Hingga Sabtu siang, proses evakuasi dan pembersihan masih berlangsung kalang-kabut. Truk derek sibuk menarik mobil-mobil yang hancur, sementara petugas berusaha mengurai kekacauan. Belum ada kepastian kapan jalan akan dibuka kembali.

Polisi setempat menegaskan, peringatan cuaca ekstrem sebenarnya sudah dikeluarkan. Faktor utama jelas: kombinasi mematikan antara salju, es di jalan, jarak pandang terbatas, dan lalu lintas yang padat. Musim dingin kali ini memberikan pelajaran pahit. Dan bagi para korban serta keluarga mereka, malam itu adalah mimpi buruk yang nyata.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar