Dosen UIM Dihujat Usai Viral Meludahi Kasir karena Ditegur Serobot Antrean

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:30 WIB
Dosen UIM Dihujat Usai Viral Meludahi Kasir karena Ditegur Serobot Antrean

Viral di media sosial, seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) jadi sorotan. Penyebabnya? Ia kedapatan meludahi seorang kasir swalayan.

Oknum itu kini diketahui berinisial AS. Aksi tak terpuji itu diduga berawal dari rasa kesal karena ditegur sang kasir. Pasalnya, AS menyerobot antrean saat hendak membayar belanjaan.

Begitu video itu menyebar, jagat maya langsung riuh. Kritikan berdatangan. Tak sedikit pula yang penasaran dan mulai menyelidiki latar belakang pria tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi kejadiannya?

Dari Antrean Serobot Hingga Ludah yang Memalukan

Semua berawal dari sebuah video yang beredar luas. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria berdiri di depan kasir. Ia mengenakan kaos hitam panjang bergambar 'Canada', plus kacamata. Gerak-geriknya awalnya biasa saja, seperti orang yang sedang mengeluarkan dompet untuk membayar.

Tapi suasana berubah dalam sekejap.

Tanpa ada yang menduga, pria itu tiba-tiba meludahi kasir wanita di hadapannya. Emosinya meledak. Menurut informasi yang beredar, kemarahan itu dipicu karena ia ditegur. Kasir, dengan tugasnya, mengingatkan pria tersebut karena telah menyerobot antrean pelanggan lain.

Peristiwa memalukan ini terjadi pada Rabu (24/12/2025) di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea. Video itu pun dengan cepat menjadi buah bibir.

Belakangan, terkuak fakta yang makin mengejutkan. Pria di video itu ternyata seorang dosen di Universitas Islam Makassar.

Rektor UIM, Muammar Bakry, membenarkan hal itu. Pria tersebut adalah dosen Fakultas Pertanian berinisial AS.

“Kalau yang di video itu memang, dosen Fakultas Pertanian,” ujar Muammar saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).

Ia menjelaskan, AS sebenarnya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan sebagai pengajar di kampusnya. Muammar mengaku masih menunggu klarifikasi langsung dari sang dosen.

Namun begitu, ia tak menampik bahwa tindakan AS sangat tidak pantas dan berpotensi mencoreng nama institusi. Sanksi tegas, kata dia, akan diberikan.

“Nanti kami secara resmi menyampaikan rilis setelah kami sidangkan dulu yah. Pasti (disidangkan),” tegasnya.

“Sebenarnya itu dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan. Jadi nanti kita akan bicarakan seperti apa prosedurnya,” pungkas rektor.

Kasir Tak Tinggal Diam, Laporan Pidana Dilayangkan

Di sisi lain, pihak korban memilih jalur hukum. Kasir berinisial N (21) itu telah melaporkan AS ke Mapolsek Tamalanrea.

Kanit Reskrim Polsek setempat, Iptu Sangkala, membenarkan laporan tersebut telah diterima.

"Sudah kita terima laporannya. Sementara kita lengkapi administrasi," kata Sangkala.

"Laporannya terkait penghinaan, itu pasal yang mendekati," tutupnya.

Begitulah ceritanya. Sebuah aksi spontan di swalayan berujung pada reputasi yang hancur, laporan polisi, dan tentu saja, gelombang cibiran publik yang tak terhindarkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar