"Tadi informasi dari saksi seperti itu, bahwa bus tersebut (melaju) cukup kencang dari arah Jakarta, sehingga pada saat di tikungan susah untuk mengendalikan,"
tutur Budiono lagi, memperkuat dugaan awal penyebab kecelakaan.
Namun begitu, ada fakta lain yang turut menambah gambaran kelam soal insiden ini. Penelusuran Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub menemukan bahwa bus tersebut ternyata tidak layak jalan. Pengecekan melalui aplikasi MitraDarat menunjukkan status yang mengejutkan.
"Telah dicek pada aplikasi MitraDarat, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun AKAP,"
keterangan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan.
Di sisi lain, para korban luka-luka kini masih menjalani perawatan. Mereka tersebar di beberapa rumah sakit di Semarang. Tribun Jateng melaporkan, enam orang dirawat di RS Columbia Asia, delapan orang di RSUD dr Adhyatma MPH atau RS Tugu, sementara sisanya di rumah sakit lain di kota itu.
Saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi mendalami setiap aspek kecelakaan ini. Kabar terakhir, sopir bus dalam kondisi selamat dan telah diamankan di Polrestabes Semarang untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Nasib para korban dan pertanggungjawaban atas insiden ini masih menunggu kepastian.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor