Ia menambahkan, "Karena pemerintah DKI di bawah pimpinan Pak Gubernur, Pak Pramono tidak hanya menyajikan sebuah event olahraga, tetapi bagaimana pesan yang didorong bukan hanya juaranya, tapi perjuangan dalam mendapatkan juara itu. Kami mengharapkan pemuda-pemudi ke depan yang patriotik, yang cinta tanah air, jangan mau dipecah belah."
Terobosan Sport Tourism dan Dampak Ekonomi
Lebih lanjut, Erick Thohir menyoroti terobosan positif dari Pemerintah Jakarta dengan memberikan fasilitas transportasi gratis bagi para pelajar, khususnya peserta event. Langkah ini dinilainya sebagai bentuk nyata dari pengembangan pariwisata olahraga atau sport tourism.
"Dan yang luar biasa juga, Pak Pram memberi info ke saya, bagaimana dengan olahraga ini, Pak Pram membangun sport tourism, transportasi digratiskan, jadi orang bisa jalan-jalan. Nah ini dampak ekonomi yang luar biasa saya rasa, ini yang kami harus dorong," tutur Erick.
Peluang Kerja Sama Mendatang
Kesuksesan penyelenggaraan POPNAS dan PEPARPENAS 2025 ini membuka peluang bagi Jakarta untuk menjadi tuan rumah kompetisi-kompetisi olahraga lainnya di masa depan. Erick menegaskan bahwa Kemenpora sangat terbuka untuk terus bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
"Insya Allah kami terus akan bekerjasama dengan pemerintah DKI di banyak event dan tentunya untuk daerah-daerah lain juga ada event yang lain. Alhamdulillah event-nya bisa berjalan dengan baik. Terima kasih atas dukungan dari pemerintah Jakarta," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030