Rina Marlina: Kisah Inspiratif Atlet Para Badminton Indonesia dari Tasikmalaya
Rina Marlina, atlet para badminton Indonesia, adalah bukti nyata bahwa inspirasi dan prestasi bisa datang dari mana saja. Atlet berprestasi di level dunia ini memulai perjalanan kariernya dari jalanan yang tidak biasa, bukan dari klub besar, melainkan dari sebuah GOR kecil di Tasikmalaya.
Perjalanan Awal Rina Marlina di Dunia Badminton
Awal mula Rina mengenal bulu tangkis sangatlah sederhana. Ketidaksengajaannya main ke sebuah gelanggang olahraga dekat rumahnya memantik ketertarikan. Dari sekadar melihat, ia pun mulai mencoba mengayunkan raket. Rasa cinta pada olahraga ini pun tumbuh, dan ia terus berlatih dengan segala keterbatasan ekonomi yang ada.
"Ketika orang lagi break main, saya minjem raketnya buat dimainin. Oh ternyata asik juga," kenang Rina tentang masa-masa awalnya.
Perjuangan Hidup Sebelum Menjadi Atlet Berprestasi
Sebelum menyandang status atlet, perjuangan hidup Rina sangatlah berat. Ia telah menjajal berbagai profesi untuk bertahan hidup, mulai dari menjadi asisten rumah tangga (ART) hingga sopir ojek. Latihan kerasnya di badminton dipicu oleh keinginannya yang membara untuk mengubah hidup dan membanggakan keluarga melalui jalur olahraga.
Terobosan Karier dan Prestasi Gemilang di Kancah Dunia
Ketekunan Rina sejak 2009 akhirnya berbuah manis. National Paralympic Committee (NPC) Indonesia melirik bakatnya dan pada 2019, ia mendapat panggilan pelatnas. Hanya dalam waktu tiga tahun, Rina membuktikan diri sebagai atlet kelas dunia.
Puncak prestasinya terjadi pada BWF Para‑Badminton World Championships 2022 di Tokyo, di mana ia sukses menyabet medali emas untuk nomor tunggal putri SH6 dan ganda campuran SH6 bersama Subhan. Di tahun yang sama, ia juga meraih medali emas Asian Para Games 2022 untuk ganda campuran SH6 dan medali perak untuk tunggal putri.
Perjuangan panjangnya, termasuk berlatih dengan peralatan seadanya, akhirnya mengantarkannya ke podium juara. "Orang tua saya sangat bangga dan belum percaya kalau saya ada di titik sekarang ini. Nggak pernah terpikirkan bakal jadi seperti ini," ujar Rina dengan haru.
Target Rina Marlina di Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
Perjuangan Rina terus berlanjut. Saat ini, atlet 32 tahun tersebut menargetkan medali emas di tanah kelahirannya sendiri pada ajang Polytron Indonesia Para Badminton International 2025. Ia turut serta dalam dua kategori: XD SH6 (berpasangan dengan Subhan) dan WS SH6.
Rina menyambut positif kenaikan level turnamen ini menjadi Grade 2 Level 1, yang menandakan persaingan yang lebih ketat. Meski demikian, ia tetap optimis dapat memberikan yang terbaik.
"Dengan adanya peningkatan level turnamen, persaingan sekarang makin ketat. Targetnya mudah-mudahan saya bisa menyumbangkan medali emas buat di event sekarang," tandas Rina Marlina penuh semangat.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Iran di Final Perdana Piala Asia 2026
Timnas Futsal Indonesia Tembus Semifinal Piala Asia 2026 untuk Pertama Kali
Guardiola Tegaskan Obrolan dengan Tonali Bukan Bahas Transfer
PSM Makassar Hadapi Ujian Hidup-Mati Lawan PSBS Biak di Sleman