Antrean Lansia di RSKD Duren Sawit: Harapan dan Keterbatasan Operasi Katarak Gratis

- Rabu, 10 Desember 2025 | 14:18 WIB
Antrean Lansia di RSKD Duren Sawit: Harapan dan Keterbatasan Operasi Katarak Gratis

Di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, suasana pagi itu tampak berbeda. Bukan hanya sekadar rutinitas rumah sakit, tapi ada semacam harapan yang terpancar dari para lansia yang antre. Pemerintah DKI Jakarta, dalam rangkaian peringatan Hari Ibu 2025, lagi-lagi menggelar bakti kesehatan. Mereka menawarkan operasi katarak gratis, bagi-bagi kacamata, plus cek kesehatan untuk warga lanjut usia yang kurang mampu.

Kerja sama digalang dengan TP PKK Pusat, TP PKK Provinsi DKI, dan tentu saja Dinas Kesehatan setempat. Intinya, ini upaya konkret untuk menjangkau mereka yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan mata.

Ketua TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, hadir langsung menyaksikan kegiatan itu. Menurutnya, program semacam ini penting sebagai bentuk kepedulian nyata.

“Hari ini tidak hanya operasi katarak terhadap 110 orang yang memerlukan, tapi juga ada kegiatan bantuan kacamata gratis dan juga cek kesehatan gratis, yang adalah program pemerintah dan terutama juga Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta,” ujarnya, Rabu (10/12) lalu.

Nyatanya, antusiasme warga luar biasa. Minatnya justru jauh melampaui kuota yang disediakan.

“Tahun lalu 2024 dan ini kita lanjutkan lagi 2025, karena ternyata memang banyak sekali peminat untuk operasi katarak. Kita karena kuota 100 orang, tadinya 100 orang tapi kita akhirnya menerima 110, padahal sebetulnya yang mendaftar itu 300-an orang,” cerita Tri Tito.

Namun begitu, ada kendala yang tak bisa dihindari. Keterbatasan tenaga medis dan ruang operasi memaksa panitia harus menyeleksi. Tidak semua pendaftar bisa ditangani tahun ini.

“Tapi karena memang keterbatasan tenaga medis dan juga tempat, sehingga baru bisa terlaksana 110 orang. Mudah-mudahan kegiatan yang belum mendapatkan fasilitas ini bisa dilaksanakan di lain kesempatan, bekerja sama dengan pihak-pihak yang lain,” harapnya.

Di sisi lain, Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, melihat momen ini punya makna lebih dalam. Bukan sekadar seremoni belaka.

“Momentum Hari Ibu Tahun 2025 ini memberi makna yang lebih luas dari sekadar perayaan simbolik. Melalui kegiatan bakti kesehatan, kita menegaskan bahwa perhatian kepada para ibu adalah juga perhatian kepada kesehatan keluarga dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Hani.

Ia mengakui, meski akses kesehatan di Jakarta terbilang baik, masih ada celah. Terutama bagi para lansia dengan keterbatasan ekonomi, mendapatkan operasi katarak yang layak tetap jadi persoalan.

Soal teknis pelaksanaan, Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, yang memaparkan. Sebanyak 110 pasien itu adalah hasil seleksi dan skrining ketat yang sudah dijalankan beberapa minggu sebelumnya.

Tapi jangan salah, operasi katarak cuma satu bagian. Ada pembagian kacamata gratis dalam skala besar juga.

“Ada pemberian kacamata gratis untuk 3.400 warga, terdiri atas 1.700 murid sekolah dan 1.700 masyarakat yang membutuhkan kacamata berusia di atas 40 tahun,” jelas Dwi.

Lalu untuk cek kesehatan gratis, jangkauannya lebih luas lagi. Digelar serentak dari tanggal 8 sampai 12 Desember, menyebar di lima wilayah kota hingga Kepulauan Seribu. Targetnya ambisius: minimal 5.000 peserta bisa terlayani dalam rentang waktu tersebut. Sebuah upaya yang, meski belum sempurna, setidaknya sudah menyentuh langsung mereka yang benar-benar membutuhkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler