YOGYAKARTA, murianetwork.com - Pertumbuhan pangsa bisnis fitness mendorong Fitness Plus untuk terus berekspansi. Pada penghujung tahun 2023 ini, mega gym 24 jam itu melebarkan sayap di Yogykarta dengan membuka cabang di Sindukusuma Edupark (SKE), Sinduadi, Mlati, Sleman.
Memiliki luas gedung 1.000 meter persegi dengan dua lantai, pusat kebugaran itu menawarkan konsep baru. Seluruh fasilitasnya berstandar internasional mencakup lebih dari 100 unit alat fitness, locker room, sauna, kelas studio, dan out door training area.
Sama seperti cabang di Dinoyo Malang, nantinya Fitness Plus SKE juga dilengkapi female room. Area khusus wanita ini memiliki alat-alat fitness yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan latihan kardio dan strength training bagi kaum hawa.
Founder Fitness Plus Indonesia, Dith Setyawan mengatakan, fasilitas ini bukan sekedar tempat gym melainkan pusat kebugaran yang memberi dampak positif bagi masyarakat. "Jogja adalah bagian saya membentuk karakter. Suka duka saya rasakan saat berlatih di kota ini sekitar tahun 2000-an, dan itu akan menjadi bekal kami dalam merumuskan pelayanan terbaik," ujar atlet binaraga nasional itu.
Sebelum memutuskan ekspansi, Fitness Plus yang merintis banyak cabang di Bali itu terlebih dulu melakukan riset kota yang akan dibidik. Meski diakui tidak mudah ekspansi ke luar Pulau Dewata, mereka tetap yakin konsep tersebut bisa diterima.
"Konsep kami adalah membuat fitness center yang memiliki standar layanan seperti hotel bintang 5 sehingga hospitality jadi nomer satu," katanya.
Baca Juga: Optimalkan Pelayanan, Apoteker Purworejo Terus Tingkatkan Kompetensi
Pangsa gen-Z dan milenial yang jumlahnya sangat besar di Yogyakarta juga menjadi salah satu alasan. Selain sudah memiliki daya beli, kalangan generasi muda umumnya juga punya keinginan besar untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Rencana ke depan, manajemen juga akan berpartner dengan berbagai pihak termasuk universitas dalam membuka branding dan kurikulum. "Kami tidak sekedar membuka fitness center tapi juga ekosistem. Terlebih industri gym membutuhkan banyak talenta. Saat ini kita mempekerjakan 300-400 orang dan akan terus bertambah," ungkap Co-Founder Fitness Plus, Harryadin Mahardika.
Kota yang terdapat banyak mahasiswa seperti Malang dan Yogyakarta dipandang potensial untuk menghasilkan talent tersebut. "Kita jadikan gym sebagai hulu untuk mendidik talent. Jika kita tidak punya ekosistem untuk merekrut para talent, pasti akan kewalahan," tambahnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kedu.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Liverpool Hadapi Ujian Berat di Markas Sunderland yang Tak Terkalahkan
Chelsea dan MU Tersendat, Perburuan Empat Besar Premier League Makin Sengit
Como 1907 Tembus Semifinal Coppa Italia Usai Singkirkan Napoli Lewat Drama Adu Penalti
Sabina Altynbekova Ungkap Kunci Sukses: Pengorbanan Masa Muda untuk Karier dan Finansial