Alex Marquez Crash di Sachsenring Akui Terlalu Percaya Diri

- Rabu, 15 Juli 2026 | 07:00 WIB
Alex Marquez Crash di Sachsenring Akui Terlalu Percaya Diri

Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7/2026), setelah terjatuh di Tikungan 13 pada putaran ke-10. Saat itu ia bersaing ketat di posisi kedua, tepat di belakang kakaknya, Marc Marquez. Insiden kehilangan cengkeraman ban depan membuat posisinya direbut oleh duo Trackhouse Racing, Raul Fernandez dan Ai Ogura. Marc Marquez akhirnya memenangkan balapan, sementara pemuncak klasemen Jorge Martin finis kelima.

Alex mengaku kesalahan kecil akibat rasa percaya diri berlebihan setelah hasil bagus di sesi sprint menjadi penyebab kecelakaannya. "Saya membuat kesalahan kecil, tapi itu membuat saya harus membayar segalanya dan membuat saya tidak mendapatkan poin," ujarnya dalam pernyataan resmi Gresini Racing. Meski kecewa, ia berusaha tetap mengambil sisi positif. "Saya berkendara dengan kepercayaan diri berlebih, dan seperti yang terjadi ini berakhir dengan kemungkinan terburuk. Tetapi, kami harus tetap tersenyum dan mengambil sisi positif," katanya.

Crash terjadi saat Alex dan Marc sedang mengatur keausan ban belakang. "Itu adalah titik dalam balapan, di mana Marc dan saya sedang banyak mengatur segalanya, terutama ban belakang. Kami mencoba untuk mengerem lebih keras untuk mengejar waktu yang hilang saat berakselerasi, dan di situlah saya membuat kesalahan kecil itu," jelas Alex. Ia membantah faktor fisik sebagai penyebab utama, meski sebelumnya ia absen tiga seri karena cedera di Barcelona. "Secara fisik, tidak terlalu berpengaruh. Di beberapa bagian saya terlalu kaku di atas motor dan di situlah saya memberi terlalu banyak tekanan pada bagian depan. Itu salah satu penyebab saya jatuh," katanya.

Alex menegaskan bahwa ia tidak sedang mengambil risiko berlebihan. "Kalau balapan ini mengharuskan saya untuk mengambil risiko, maka saya akan mengambilnya mulai sekarang hingga akhir musim," ujarnya. Ia juga mengakui bahwa ritme balapan yang konsisten masih menjadi kekurangan utama. "Memang saya masih harus lebih menerima race pace, untuk bersaing, bertarung melawan pembalap lain, dan mempertahankan level tersebut. Itulah yang masih kurang dari saya."

Sebelum balapan, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sempat memuji Alex sebagai pembalap dengan kecepatan terbaik di Sachsenring. Namun Alex menepis pujian itu. "Kami belum sempat membuktikannya. Di atas kertas, kami sangat setara tetapi tidak lebih baik. Kami belum melihat hasil akhirnya. Jadi, hanya omong kosong kalau bilang saya memiliki pace yang lebih baik atau saya akan menang, karena itu tidak benar," ujarnya sambil tertawa.

Mengenai peluang sang kakak merebut gelar juara dunia musim ini, Alex menjawab dengan candaan. "Dia tidak dalam persaingan, dia tidak, dia sudah tamat," katanya sambil ngakak. Untuk paruh kedua musim, ia berencana mempersiapkan kondisi fisik secara matang, terutama untuk balapan berikutnya di Silverstone. "Saya ingin mencoba untuk menjalani akhir pekan seperti di sini. Kami tidak sedang memperebutkan sesuatu yang besar, jadi kami bisa gas pol, mengambil risiko, dan membangun konsistensi untuk kembali ke level yang hampir kami raih di sini," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags