Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) tengah menjadi sorotan serius setelah FBI membuka penyelidikan atas dugaan pencucian uang yang melibatkan transaksi perbankan senilai lebih dari Rp5,4 triliun. Kasus ini terungkap jelang laga perempatfinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss, dan dikhawatirkan berdampak psikologis bagi tim Tango.
Laporan dari Miami Herald yang mengutip media Argentina La Nacion menyebutkan bahwa FBI dan jaksa dari Departemen Kehakiman AS tengah memeriksa pengusaha olahraga asal Argentina, Guillermo Tofoni. Fokus penyelidikan adalah bagaimana AFA menyusun perjanjian komersial internasional dan apakah transaksi yang melibatkan bank serta perusahaan di AS menyamarkan asal-usul maupun tujuan dana yang diduga ilegal.
"Pemeriksaan terhadap Tofoni berfokus pada cara AFA menyusun perjanjian komersial internasionalnya, serta apakah transaksi yang melibatkan bank dan perusahaan di AS melanggar hukum AS dengan menyamarkan asal-usul maupun tujuan dana yang diduga ilegal," jelas laporan Miami Herald, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Penyelidikan juga mengarah ke perusahaan TourProdEnter LLC yang berbasis di Florida Selatan. Dokumen yang dianalisis La Nacion mengungkap bahwa perusahaan ini mengelola sedikitnya 260 juta dolar AS pendapatan yang berkaitan dengan AFA. Namun, hanya sebagian kecil dana tersebut yang dapat dikaitkan langsung dengan biaya operasional federasi sejak Claudio Tapia menjabat sebagai ketua pada 2017.
Beberapa transaksi mencurigakan turut terungkap. Misalnya, pembayaran 340.000 dolar AS yang dilakukan melalui 17 kali transfer kepada putra Jose Almaraz, seorang penasihat spiritual skuad Argentina yang dipercaya membawa keberuntungan. Meski tidak memiliki jabatan resmi, seluruh biaya perjalanannya selalu ditanggung oleh AFA.
Selain itu, penyidik menemukan pembayaran sebesar 468.000 dolar AS ke perusahaan milik Bendahara AFA, Pablo Toviggino, serta 40.000 dolar AS yang diberikan kepada rekan bisnis Toviggino. Ada juga transfer sebesar 2,3 juta dolar AS ke sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang masih dalam pengawasan penyidik.
"Sejauh ini, penyidik telah melacak sekitar 90 juta dolar AS yang diduga digunakan secara tidak semestinya," kata sumber yang mengetahui kasus ini saat dihubungi.
Karena kasus ini melibatkan bank-bank serta perusahaan terdaftar di Amerika Serikat, otoritas AS sangat serius dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut. Kasus ini mencoreng nama baik AFA di tengah keberhasilan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026. Claudio Tapia sebagai ketua federasi menghadapi tekanan besar untuk memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik ilegal yang tengah diselidiki otoritas AS.
Penyelidikan ini dapat memicu perubahan signifikan dalam tata kelola keuangan federasi sepak bola Argentina dan menjadi peringatan keras bagi institusi olahraga lainnya agar lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana internasional.
Artikel Terkait
Samir Nasri Diperiksa 10 Jam Terkait Dugaan Pencucian Uang Narkotika
Yunus Husein Dukung Polri Usut Tuntas Tiga Kasus Korupsi Besar
Aldi Taher Dituduh Cuci Uang, Respons dengan Rencana Buka Bisnis Laundry
Polisi Tetapkan Direksi dan Dua Perusahaan Pembayaran sebagai Tersangka Kasus Judi Online Hot 51, Uang Haram Capai Rp559,8 Miliar