International Monetary Fund (IMF) kembali menegaskan keyakinannya terhadap perekonomian Indonesia. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Juli 2026, lembaga keuangan global itu mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,0 persen untuk 2026 dan 5,1 persen pada 2027.
Angka ini tak berubah dari estimasi yang dirilis pada April lalu. Stabilitas proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan yang relatif solid di tengah perlambatan yang melanda banyak negara mitra dagang dan ekonomi besar dunia.
Sebagai perbandingan, sejumlah negara di Asia Tenggara justru mengalami penurunan proyeksi. Malaysia diprediksi tumbuh 4,7 persen, Filipina 3,9 persen, dan Thailand hanya 1,9 persen. Perlambatan juga membayangi negara-negara besar Asia lainnya: China diperkirakan tumbuh 4,6 persen, sementara India melambat ke 6,4 persen. Di negara maju, Amerika Serikat diproyeksikan mencatat pertumbuhan 2,3 persen, jauh di bawah target Indonesia.
Dalam laporan terbarunya, IMF merevisi ke bawah proyeksi sejumlah negara besar, termasuk India, Australia, Jepang, dan Jerman. Namun, Indonesia bersama Rusia dan Italia tetap bertahan dengan proyeksi awal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa tren ekonomi domestik saat ini tetap positif dan solid. Pemerintah, kata dia, terus mengoptimalkan berbagai program strategis demi mencapai target pertumbuhan 5,4 persen pada akhir 2026.
"Berbagai lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, maupun OECD memperkirakan pertumbuhan kita masih berada di kisaran 5 persen. Secara keseluruhan, mereka menilai perekonomian kita relatif aman dan solid," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Artikel Terkait
Airlangga: Fundamental Ekonomi Tetap Kuat Meski Rupiah Tembus Rp18.000 per USD
Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Hampir Penuh, Pemerintah Siapkan Ekspansi dan KEK Baru
Kadin Gelar Diplomatic Breakfast, 34 Dubes Hadir Bahas Ekonomi RI
Indonesia Tunggu Izin IAEA untuk Bangun Reaktor Nuklir Kecil