Samir Nasri Diperiksa 10 Jam Terkait Dugaan Pencucian Uang Narkotika

- Jumat, 10 Juli 2026 | 14:45 WIB
Samir Nasri Diperiksa 10 Jam Terkait Dugaan Pencucian Uang Narkotika

Mantan gelandang tim nasional Prancis, Samir Nasri, menjalani pemeriksaan intensif selama sekitar sepuluh jam oleh Brigade Investigasi Keuangan (BRIF) Kepolisian Yudisial Paris pada Kamis, 9 Juli 2026. Pemeriksaan itu terkait dugaan pencucian uang terorganisir yang berhubungan dengan jaringan narkotika.

Pria berusia 39 tahun yang kini aktif sebagai konsultan di saluran televisi Canal Plus itu dimintai keterangan dalam rangka informasi yudisial yang dibuka untuk dugaan impor narkotika, asosiasi penjahat, dan pencucian uang dari impor narkotika dalam kelompok terorganisir. Nama Nasri terseret dalam pusaran kasus ini karena perannya sebagai mantan pengelola sekaligus salah satu pemegang saham klub malam "XS" di Ivry-sur-Seine sejak sekitar tahun 2016.

Penyidik saat ini tengah memeriksa aliran keuangan yang berkaitan dengan klub malam tersebut guna mendalami keterkaitannya dengan jaringan pencucian uang kriminal.

Kasus utama ini berpusat pada dua tokoh penting, yaitu Karim Berrebouh, seorang bandar narkoba asal Marseille yang mendekam di penjara sejak 2021, serta Olivier Sabbah yang disebut sebagai pilar utama jaringan pencucian uang dari kegiatan kriminal Berrebouh. Pemeriksaan terhadap mantan pemain Arsenal dan Manchester City ini dilakukan menyusul langkah penahanan serupa yang sempat terjadi di Marseille pada akhir Juni lalu.

Nasri akhirnya dibebaskan pada Kamis malam tanpa ada tuntutan hukum langsung yang dijatuhkan, meskipun ia tetap memiliki kemungkinan untuk dipanggil kembali oleh pengadilan di masa mendatang. Selain penyelidikan pidana ini, laporan dari Les Echos pada April lalu juga mengungkap bahwa otoritas pajak Prancis tengah mencurigai status kependudukan Nasri yang terdaftar di Dubai namun diduga tinggal di Paris berdasarkan ratusan pesanan makanan daring.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags