Trump Lobi FIFA soal Kartu Merah Balogun, Timnas AS Bisa Tampil Lawan Belgia

- Selasa, 07 Juli 2026 | 08:30 WIB
Trump Lobi FIFA soal Kartu Merah Balogun, Timnas AS Bisa Tampil Lawan Belgia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara langsung meminta peninjauan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino terkait sanksi kartu merah yang dijatuhkan kepada striker Timnas AS, Folarin Balogun. Langkah itu dilakukan menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia pada Senin, 6 Juli 2026.

FIFA kemudian mengumumkan pada hari Minggu bahwa Balogun bebas dari hukuman dan bisa bermain. Keputusan itu memicu kontroversi besar dan menimbulkan pertanyaan publik mengenai integritas turnamen.

Gugatan banding ini turut melibatkan sejumlah pejabat tinggi Gedung Putih, termasuk kepala Satgas Piala Dunia Andrew Giuliani dan Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick yang melakukan tekanan penuh terhadap FIFA.

Pernyataan resmi mengenai komunikasi tersebut disampaikan langsung oleh Trump saat memberikan keterangan di Ruang Oval Gedung Putih.

"All I did was ask for a review. I didn't say, 'You have to do this,'" kata Trump.

Trump menambahkan bahwa ia menilai insiden di lapangan itu bukan merupakan pelanggaran berat. "I didn't think it was a foul," ujarnya. Menurutnya, insiden kartu merah itu hanyalah tabrakan biasa antar pemain yang sedang mengejar bola dengan kecepatan tinggi. "Two guys running full speed that happened to crash into each other," katanya.

Ia pun menegaskan bahwa penyerang andalan skuad Paman Sam tersebut tidak melakukan kesalahan apa pun. "He didn't do anything wrong," kata Trump.

Trump memaparkan bahwa posisinya dalam komunikasi tersebut tidak bermaksud mendikte keputusan federasi sepak bola dunia. "I didn't tell him what to do, I can't tell him what to do," ujarnya. Ia juga menyebut komite independen bentukan FIFA telah mengambil keputusan yang adil. "Made the right decision," katanya.

Trump bahkan mempertanyakan integritas wasit yang bertugas malam itu dengan menyebut rekam jejaknya "little bit suspect" dan mengajak jurnalis untuk meneliti masa lalu sang pengadil lapangan. "Check his past," ujarnya.

Trump menganggap keputusan awal mengeluarkan Balogun adalah hal buruk yang bisa merugikan kredibilitas kompetisi. "Big stain," katanya. Ia mengaku sangat memahami dunia olahraga, meski awalnya tidak menyadari konsekuensi akumulasi hukuman larangan bertanding akibat kartu merah. "I understand sports really well," katanya. Pemahaman mengenai absennya pemain di laga berikutnya baru ia ketahui setelah mendengar berbagai laporan lanjutan. "I didn't know what that meant – I didn't think it meant much. And then I started hearing that that means you can't play in the next game," ujarnya.

Ia menegaskan kembali bahwa keputusan pembebasan hukuman sepenuhnya berada di tangan otoritas sepak bola. "I had nothing to do with the decision," kata Trump.

Tanggapan atas intervensi ini juga dirilis secara resmi oleh FIFA melalui platform media sosial X. "I regularly discuss matters related to the FIFA World Cup with the President of the United States, and on this matter, I did receive a call from President Donald Trump, just as I receive calls from heads of state, government officials, football stakeholders and business executives from around the world on many different issues," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Infantino menekankan bahwa proses hukum internal badan peradilan independen mereka tetap berjalan sesuai regulasi. "During our conversation, I explained that there was an ongoing legal process involving FIFA's independent judicial bodies and that the case would be decided in due course by the competent bodies. That is how FIFA's system works, and it is a principle that I will always uphold," katanya.

Di sisi lain, proses internal di kubu delegasi Amerika Serikat diungkapkan oleh kepala satgas yang menyusun strategi pembelaan. "We put our heads together," kata Andrew Giuliani, Kepala Satgas Piala Dunia Gedung Putih. Pihaknya langsung bergerak cepat mencari celah regulasi untuk membatalkan sanksi. "And kind of looked at it and said, 'Well, there has to be way to correct this injustice,'" ujarnya.

Kritik serupa juga datang dari Wali Kota New York Zohran Mamdani yang menyayangkan diusirnya sang penyerang utama dari lapangan. "Cruelly sent off," katanya. Namun, setelah keputusan FIFA berbalik menguntungkan Amerika Serikat, Mamdani menolak berkomentar lebih jauh dan hanya mengunggah sebuah meme manajer sepak bola populer. "I prefer really not to speak. If I speak big trouble. Big trouble. I don't want to be in big trouble," tulisnya.

Insiden kartu merah tersebut terjadi pada laga hari Rabu malam saat melawan Bosnia dan Herzegovina melalui intervensi Video Assistant Referee (VAR). Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia sempat mengajukan banding menolak kehadiran Balogun, namun langsung ditolak oleh FIFA karena Belgia dinilai tidak memiliki status hukum dalam perkara pertandingan tim lain tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags