Dua Unggulan Tumbang, Tiga Duel Panaskan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

- Senin, 06 Juli 2026 | 19:30 WIB
Dua Unggulan Tumbang, Tiga Duel Panaskan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan besar setelah dua tim unggulan, Brasil dan tuan rumah Meksiko, harus angkat koper lebih awal. Brasil takluk 1-2 dari Norwegia, sementara Meksiko dipaksa menyerah 2-3 oleh Inggris dalam laga sengit. Kini perhatian tertuju pada tiga duel krusial yang digelar Selasa, 7 Juli 2026, yang akan menentukan empat tim terakhir penghuni perempat final.

Portugal, Spanyol, Amerika Serikat, Belgia, Argentina, dan Mesir siap bertarung habis-habisan demi tiket delapan besar. Amerika Serikat menjadi satu-satunya tuan rumah yang masih bertahan, namun harus menghadapi Belgia, salah satu kekuatan tradisional Eropa.

Portugal vs Spanyol

Pertandingan Portugal melawan Spanyol di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat diprediksi menjadi laga paling bergengsi di babak 16 besar. Kedua tim sama-sama berstatus favorit, sehingga siapa pun yang menang tidak akan dianggap kejutan. Pertemuan dua raksasa Semenanjung Iberia itu bahkan disebut layaknya partai final yang datang lebih cepat.

Kualitas pemain di kedua kubu relatif seimbang karena mayoritas berkarier di kompetisi elite Eropa, termasuk Liga Spanyol. Pengalaman para pemain yang saling mengenal diyakini akan membuat pertandingan berlangsung lebih terbuka. Sosok Cristiano Ronaldo juga memiliki rekam jejak panjang di La Liga sehingga memahami karakter sepak bola Spanyol.

Di luar kualitas individu, kondisi internal tim diperkirakan menjadi faktor pembeda. Kekompakan, komunikasi di ruang ganti, hingga kesiapan mental diyakini akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke babak berikutnya. Bagi Portugal maupun Spanyol, laga ini menjadi ujian sesungguhnya untuk membuktikan kualitas mereka di panggung Piala Dunia dengan permainan yang dipastikan berlangsung dalam tempo tinggi.

Amerika Serikat vs Belgia

Sorotan juga mengarah ke duel Amerika Serikat melawan Belgia. Menjelang pertandingan, muncul kontroversi setelah Belgia melayangkan protes kepada FIFA terkait keputusan pengampunan kartu merah yang diterima Florin Balogun. AS membawa harapan terakhir sebagai tuan rumah yang masih bertahan di turnamen. Mereka tentu tidak ingin mengikuti jejak Kanada dan Meksiko yang lebih dulu tersingkir.

Dari sisi performa, AS sedang menunjukkan permainan yang menjanjikan. Meski demikian, insiden kartu merah Balogun pada fase sebelumnya sempat menjadi gangguan bagi persiapan tim. Sementara itu, Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyaksikan Inggris mampu menumbangkan Meksiko. Tim berjuluk Setan Merah juga masih memiliki ancaman besar melalui lini depan yang dipimpin Romelu Lukaku.

Mental Belgia semakin teruji setelah berhasil membalikkan keadaan saat menghadapi Senegal. Sempat tertinggal 0-2, mereka mampu mencetak tiga gol balasan untuk memastikan kemenangan dramatis. Pertandingan ini diperkirakan tidak hanya menguji kualitas permainan, tetapi juga kedisiplinan kedua tim. Drama kartu pada laga-laga sebelumnya menjadi pengingat agar AS maupun Belgia mampu mengakhiri pertandingan dengan kekuatan penuh.

Argentina vs Mesir

Laga lain yang tak kalah menarik mempertemukan Argentina dengan wakil Afrika, Mesir. Argentina datang setelah melewati pertandingan yang tidak mudah saat menghadapi Tanjung Verde pada babak sebelumnya. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi tantangan baru.

Mesir dipastikan mengandalkan permainan cepat dan eksplosif dengan Mohamed Salah sebagai motor serangan. Kehadiran sang bintang membuat lini pertahanan Argentina harus tampil jauh lebih waspada. Di sisi lain, perhatian publik kembali tertuju kepada Lionel Messi yang terus memburu rekor demi rekor di Piala Dunia. Bila Messi kembali mencetak gol, maka ia akan menjadi pemegang rekor pemain yang mencetak gol dalam sembilan kali penampilan berturut-turut di Piala Dunia.

Persaingan perebutan gelar top skor juga semakin menarik. Messi telah mengoleksi tujuh gol, jumlah yang sama dengan Kylian Mbappe dari Prancis dan Erling Haaland dari Norwegia. Meski Argentina lebih dijagokan, Mesir tetap berpeluang menghadirkan kejutan. Bermain tanpa beban dan minim tekanan bisa menjadi modal penting bagi wakil Afrika tersebut, sementara Argentina harus memikul ekspektasi besar untuk terus melaju hingga akhir turnamen.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags