Charles Leclerc Akhiri Puasa Kemenangan di GP Inggris, Hamilton Kena Tegur

- Senin, 06 Juli 2026 | 01:15 WIB
Charles Leclerc Akhiri Puasa Kemenangan di GP Inggris, Hamilton Kena Tegur

Charles Leclerc akhirnya merasakan podium tertinggi lagi musim ini. Pembalap Ferrari itu memenangi Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7/2026), di tengah drama yang melibatkan Lewis Hamilton dan teguran resmi dari pengawas balapan.

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Leclerc di musim 2026 sekaligus kemenangan grand prix ke-250 bagi Scuderia Ferrari. Di sisi lain, Hamilton finis ketiga setelah kehilangan posisi kedua dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell, akibat pit stop saat Safety Car keluar di akhir lomba. Insiden itu dipicu oleh Max Verstappen yang melintir.

Selepas balapan, Hamilton harus menghadap pengawas karena tidak memperlambat mobil saat bendera kuning tunggal berkibar di Tikungan 9 pada Lap 38. Dalam dokumen resmi, pengawas menjelaskan bahwa Hamilton memasuki sektor tersebut sebelum lampu panel kuning menyala, dan indikasi di kemudinya hanya muncul sangat singkat sehingga waktu bereaksi terbatas.

Ferrari Kembali Jadi Penantang?

Mantan pembalap F1 Ralf Schumacher yakin Ferrari kini kembali menjadi penantang gelar juara dunia yang serius. "Kami lupa memberi selamat kepada Lewis, karena situasinya sangat berbeda tahun lalu. Ada banyak tekanan, dan semua yang dia lakukan tampaknya membantunya," ujar Schumacher, pengamat Sky Sports Germany.

"Lewis Hamilton berfungsi di dalam tim, jadi semuanya menuju ke arah yang benar, dan Ferrari bisa bertarung memperebutkan kejuaraan dunia lagi! Sudah lama tidak terjadi," tambahnya.

Hamilton sendiri mengaku sadar akan situasi sulit yang dihadapinya di depan publik sendiri. "Saya melewati bendera kuning dan tidak menyadarinya. Start melompat, bendera kuning kalau sudah hujan, banjir," katanya. Ia juga memperkirakan akan mendapat penalti waktu akibat akumulasi insiden, termasuk penalti lima detik di awal karena pelanggaran start.

Leclerc: Perasaan Kembali

Leclerc mengungkapkan kebahagiaannya setelah melewati periode sulit dalam beberapa pekan terakhir, meski akhir balapan di Silverstone harus diselesaikan di belakang Safety Car. "Rasanya luar biasa. Sayangnya, akhirnya mungkin bukan yang saya impikan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa performa mobilnya mulai kembali setelah mengevaluasi hasil sesi sprint sehari sebelumnya. "Untuk menang setelah beberapa akhir pekan yang sangat sulit... semua kerja keras untuk mengembalikan perasaan di mobil, saya merasa menemukan sesuatu kemarin setelah sprint. Tapi saya harus mengonfirmasinya hari ini," kata Leclerc.

Pembalap asal Monako itu bersyukur kenyamanan berkendara yang sempat hilang sejak kemenangan di Monako akhirnya kembali. "Hari ini perasaan itu kembali ke tempat yang seharusnya. Saya sangat bahagia," tuturnya.

Leclerc merinci sejumlah kendala eksternal dan kecelakaan beruntun di Barcelona dan Austria sebelum akhirnya meraih hasil maksimal di Inggris. "Setelah Monako, perasaan itu tidak ada. Saya kecelakaan di Q3, lalu di balapan kami punya masalah. Di Barcelona, saya merasa enak tapi kecelakaan lagi pada Sabtu. Kemudian pada Minggu kami punya masalah dengan mobil," ungkapnya.

Ia berharap momentum positif dari Silverstone bisa dipertahankan pada seri-seri berikutnya. "Austria tidak begitu bagus, tapi di sini kami berhasil menyatukan semuanya dan saya harap saya bisa menjaga momentum itu ke depan," pungkas Leclerc.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags