Marc Marquez mengaku kini lebih fokus menikmati sisa kariernya sebagai pembalap daripada mengejar rekor. Pembalap Ducati Lenovo itu mengatakan belajar dari pengalaman atlet lain yang justru membenci olahraga yang dulu mereka tekuni.
Marquez resmi memperpanjang kontrak dengan Ducati Lenovo dua pekan lalu. Ia akan bertahan di pabrikan asal Borgo Panigale itu setidaknya hingga MotoGP 2028. Saat kontraknya habis nanti, juara dunia MotoGP tujuh kali itu akan berusia 35 tahun. Banyak yang meyakini perpanjangan kontrak ini menunjukkan ambisinya untuk meraih gelar juara dunia lagi. Namun, Marquez justru bicara soal menikmati gairah.
“Ambisi terbesar saya adalah untuk menikmati gairah saya di tahun-tahun terakhir karier saya,” kata Marquez, Senin (6/7/2026).
“Terkadang, atlet mengakhiri kariernya dengan membenci olahraga atau gairahnya. Karena, normalnya, di tahun-tahun terakhir, Anda menderita cedera, tertekan, hasil-hasil buruk,” imbuh pria berusia 33 tahun itu.
Target Utama
Marquez enggan berakhir seperti itu. Ia hanya menargetkan untuk bersenang-senang. “Tapi, apa yang ingin saya lakukan adalah mencoba menikmati tahun-tahun terakhir karier saya, dan ini adalah target utama saya,” tandasnya.
Pernyataan Marquez mungkin sulit dipercaya. Sebab, ia kerap mengatakan tidak mengincar kemenangan atau sekadar podium, tapi nyatanya mampu meraih hasil maksimal. Apalagi, saat ini Marquez hanya berjarak satu gelar juara dunia lagi dari rekor terbanyak milik Giacomo Agostini, yakni delapan kali. Sebagai sosok yang kompetitif, ia tentu ingin mengejar catatan tersebut.
Artikel Terkait
Ducati Dihujat Gara-gara Rekrut Marquez dan Acosta, CEO Beri Jawaban Berkelas
Marc Marquez Sebut Dokter Pahlawan Sejati di Balik Karier MotoGP
Bos Ducati Kagumi Semangat Marc Marquez Meski Finis Ketujuh di MotoGP Belanda
Menpora Dorong Olahraga sebagai Sektor Ekonomi Baru, Bukan Lagi Beban Anggaran