Gol Cepat Jhon Arias Bawa Kolombia Ungguli Ghana di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:15 WIB
Gol Cepat Jhon Arias Bawa Kolombia Ungguli Ghana di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Gelandang tim nasional Kolombia, Jhon Arias, menjadi pembeda di babak pertama laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Ghana. Golnya pada menit ke-14 membawa Los Cafeteros unggul 1-0 saat jeda di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026).

Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat. Arias melepaskan tendangan kaki kanan setelah menerima umpan matang Luis Diaz di dalam kotak penalti. Sebelum gol tercipta, laga baru berjalan delapan menit saat penyerang Kolombia Jhon Cordoba mengalami cedera otot dan harus digantikan Luis Suarez. Nasib serupa menimpa bek Ghana Marvin Senaya yang cedera pada menit kesembilan dan digantikan Alidu Seidu pada menit ke-13.

Wasit sempat menghentikan pertandingan pada menit ke-23 untuk sesi istirahat hidrasi. Setelah jeda singkat, laga dilanjutkan dengan keunggulan sementara Kolombia. Sehari sebelum pertandingan, ratusan pendukung Kolombia memadati area depan hotel tim di Kansas City. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan dan membentangkan bendera raksasa sebagai bentuk dukungan damai, seperti dilaporkan El Tiempo.

Ambisi Ghana dan Keyakinan Ayew

Kapten Ghana, Jordan Ayew, sebelumnya menegaskan ambisi timnya dalam konferensi pers pra-pertandingan. "Besok kami hanya ingin memberikan pertunjukan yang hebat dan memastikan kemenangan, itu yang terpenting bagi kami," ujar penyerang Leicester City itu. Ia meminta rekan-rekannya tidak menyamakan atmosfer laga sistem gugur ini dengan pertandingan terakhir fase grup melawan Kroasia. "Laga melawan Kroasia adalah sesuatu yang spesifik. Kolombia adalah babak gugur, pertandingan yang sangat berbeda, dan kami harus siap menghadapi tantangan itu," katanya.

Ayew juga menyatakan keyakinannya terhadap strategi pelatih Carlos Queiroz. "Saya yakin dengan apa yang telah instruktur berikan secara taktis, kami akan siap menghadapi tantangan," tuturnya. Laga ini menjadi momen emosional bagi Ayew karena dua pilar Kolombia, Daniel Munoz dan Jefferson Lerma, adalah mantan rekan setimnya di klub Inggris. "Saya sangat menikmati bermain dengan mereka. Mereka orang yang sangat baik, pemain level atas, dan teman baik," ujarnya. Meski bersahabat, Ayew menegaskan hubungan profesional sebagai lawan akan tetap terjaga selama 90 menit.

"Sudah lama tidak bertemu, tapi besok, bukan sebelum pertandingan melainkan setelahnya, pasti kami akan mengobrol dengan baik," tambahnya.

Tekanan Mental dan Sejarah Ghana

Menyoal tekanan mental di laga hidup mati, Ayew menilai skuad The Black Stars memiliki ketahanan psikologis yang baik. "Saya yakin itu adalah atribut kami, karena di bawah tekanan, anak-anak akan berkembang," jelasnya. Perbedaan peringkat FIFA Kolombia di posisi 11, Ghana di 65 tidak menjadi beban. "Dalam sepak bola, setiap pertandingan dimulai dari nol, dalam kondisi setara. Yang bisa saya jamin adalah kami akan membuat Afrika dan Ghana bangga," tegasnya.

Ketika ditanya soal isu dukun tradisional Ghana bernama Nana Kweku yang mengklaim mengirim sihir kepada Harry Kane, Ayew menolak berkomentar. "Jujur, saya tidak melihat apa pun tentang itu, jadi saya tidak bisa mengatakan apa-apa," cetusnya. Pertandingan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Ghana yang kembali ke babak gugur Piala Dunia setelah terakhir kali pada edisi Afrika Selatan 2010. "Saya di bandung menuju pramusim dengan Marseille saat Ghana mengalahkan Amerika Serikat," kenang Ayew. Ia melihat duel ini sebagai momentum awal mengembalikan kejayaan sepak bola Ghana. "Kami maju sedikit demi sedikit, dan besok akan menjadi langkah pertama untuk mengembalikan kegembiraan bagi negara," ungkapnya.

Kisah Inaki Williams

Penyerang Ghana, Inaki Williams, juga membagikan kisah personalnya. "Hari ini tantangan besar dimulai. Mulai hari ini saya akan membela jersey Ghana, dengan nilai-nilai saya, memberikan segalanya setiap menit. Saya salah satu dari The Black Stars," paparnya. Keputusannya membela Ghana sempat mengejutkan publik Spanyol karena ia pernah tampil untuk timnas senior Spanyol pada laga persahabatan 2016. "Bermain untuk Ghana adalah suatu kebanggaan," katanya.

Williams merasa terhormat bisa merepresentasikan bendera Ghana sebagai bentuk dedikasi atas perjuangan orang tuanya yang bermigrasi ke Spanyol. "Saya pikir salah satu hal terbaik yang bisa saya berikan kepada orang tua adalah mewakili bendera Ghana. Kisah Williams bukan hanya kisah Williams, tetapi kisah banyak imigran," sambungnya. Perjalanan spiritual ke Ghana beberapa tahun lalu memantapkan hatinya. "Ketika saya punya kesempatan memutuskan masa depan, saya melakukan perjalanan ke Ghana dan lebih dekat dengan leluhur, budaya, dan darah yang mengalir di nadi saya. Saya sangat bangga dengan keputusan itu," urainya.

Pemenang laga Kolombia vs Ghana akan menghadapi Swiss yang lolos lebih dulu setelah menumbangkan Aljazair.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags