Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang diciptakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri, menuai kontroversi karena dinilai merendahkan martabat perempuan. Akibatnya, pria yang akrab disapa Om Zein itu harus menjalani pemeriksaan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Lagu berbahasa Sunda tersebut sebelumnya disomasi oleh Jabar Bantuan Hukum. Ketua Umum lembaga itu, Riyan Bintana Hasan, menjelaskan bahwa somasi dilayangkan karena lirik lagu dinilai mengandung diksi, narasi, dan substansi yang secara vulgar merendahkan derajat serta martabat perempuan.
"Setelah melakukan transkripsi, telaah yuridis, dan analisis semiotika hukum terhadap muatan lirik dalam lagu tersebut, ditemukan fakta hukum yang tidak terbantahkan bahwa lagu itu memuat diksi, narasi, dan substansi yang bersifat misoginis, merendahkan derajat eksistensial manusia, serta mendegradasi harkat dan martabat kaum perempuan secara vulgar," kata Riyan, Kamis (2/7/2026).
Menurut Riyan, beberapa penggalan lirik lagu tersebut telah melakukan objektivikasi seksual. Contohnya pada bait 'Cacak mun jadi awewe, SMP kelas tilu tos karuron tujuh kali' (Andai saja jadi perempuan, SMP kelas tiga sudah keguguran tujuh kali), 'Teu kudu meuli kutang, nu busana leuwih gede batan susu' (Tidak usah membeli bra yang busanya lebih besar daripada payudara), hingga 'Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek alatan telat bulan' (Tidak usah keliling mencari apotek karena telat bulan/hamil).
"Diksi-diksi di atas tidak mencerminkan nilai kritik sosial yang sehat, melainkan bentuk penghinaan verbal terhadap integritas tubuh, kesehatan reproduksi, dan moralitas kaum perempuan, khususnya anak di bawah umur (analogi anak kelas III SMP)," tegasnya.
Sebagai pimpinan lembaga bantuan hukum yang fokus pada isu pembelaan perempuan dan anak, Riyan mengatakan pihaknya menuntut penghentian segala aktivitas produksi, distribusi, penyiaran, dan monetisasi atas lagu tersebut. Selain itu, mereka juga meminta permohonan maaf secara tertulis dan lisan secara terbuka, tulus, dan tanpa syarat yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum perempuan Indonesia.
Artikel Terkait
Bupati Purwakarta Dikecam Usai Ciptakan Lagu yang Dinilai Rendahkan Perempuan
Bupati Purwakarta Minta Maaf Usai Lagu Kontroversial Dikritik dan Disomasi