PT Jababeka Infrastruktur, pengelola Kawasan Industri Jababeka, meraih enam penghargaan sekaligus dalam ajang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP)/CSR Awards 2026 yang digelar Pemkab Bekasi. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas program CSR yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat sepanjang tahun 2025.
Anak usaha PT Jababeka Tbk ini menyabet Terbaik 1 Kategori Infrastruktur, Terbaik 1 Kategori Pengelola Kawasan Industri, Terbaik 2 Kategori SDGs Pilar Sosial, Terbaik 1 Kategori SDGs Pilar Ekonomi, Terbaik 1 Kategori SDGs Pilar Lingkungan, serta gelar Pemenang Top SDGs. Penghargaan tertinggi itu diberikan Pemkab Bekasi sebagai pengakuan resmi atas kinerja perusahaan selama setahun terakhir.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, mengatakan TJSLP merupakan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak berkelanjutan. "Kami percaya bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif," katanya, Sabtu (4/7/2026).
Purbadi juga mengapresiasi Pemkab Bekasi yang telah memberikan penghargaan atas peran swasta dalam mendukung pembangunan daerah melalui program CSR. Ia berterima kasih atas komunikasi dan kemitraan yang terjalin baik antara pemerintah dan sektor swasta.
Top SDGs Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan dengan rekam jejak terbaik secara menyeluruh dari tiga pilar SDGs: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan capaian itu, PT Jababeka Infrastruktur menegaskan konsistensinya dalam menjalankan program pembangunan berkelanjutan secara terintegrasi.
Rangkaian penghargaan ini merupakan buah dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjalankan program TJSLP yang menyasar infrastruktur, lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Kawasan Industri Jababeka. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penanaman mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong untuk menjaga ekosistem pesisir dan melibatkan masyarakat setempat.
Selain itu, perusahaan mendorong pengembangan Pusat Daur Ulang (PDU) Mekarmukti, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menghadirkan Mini Plant of Low Carbon Feed. Melalui fasilitas ini, limbah organik diolah dengan metode budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang nilai ekonomi baru bagi warga sekitar.
Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta Puspa, menegaskan perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar program TJSLP memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya akan diperkuat. "Ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian target SDGs dan agenda pembangunan berkelanjutan nasional," ujarnya.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menciptakan kawasan dengan ekosistem terintegrasi, tempat perusahaan, talenta, dan komunitas tumbuh lebih cepat, beroperasi lebih efisien, serta bertransformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan cerdas.
Artikel Terkait
Bayi 9 Bulan Diduga Salah Vaksin di Puskesmas Bekasi, Alami Kejang dan Radang Otak
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Begal yang Tewaskan Pengemudi Ojol di Bekasi
Pria PPPK Tewas Dicekik Usai Open BO di Bekasi, Pelaku Dikenal Lewat Michat
Bareskrim Bongkar Perdagangan Ilegal 840 Ton Sianida dari China