Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Ayatollah Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Diperkirakan Hadir

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:06 WIB
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Ayatollah Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Diperkirakan Hadir

Iran memulai rangkaian pemakaman kenegaraan untuk mantan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat (3/7). Jenazahnya disemayamkan di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran, dan diperkirakan akan diiringi jutaan pelayat hingga pemakaman di Mashhad.

Khamenei meninggal pada usia 86 tahun dalam serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Sejak itu, pemerintah menyiapkan prosesi berskala besar sebagai penghormatan terakhir. Peti jenazah yang diselimuti bendera tiga warna Iran mulai didatangi para pelayat, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Korps Garda Revolusi Ahmad Vahidi yang tampil di publik untuk pertama kalinya sejak konflik pecah.

Sejumlah pemimpin asing turut hadir, seperti Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan Menteri Luar Negeri pemerintahan Taliban Afghanistan. Delegasi dari Hamas dan Hizbullah juga mengikuti prosesi berkabung sehari sebelum upacara publik. Pemerintah Iran memperkirakan perwakilan dari sekitar 30 negara akan hadir, termasuk China dan negara-negara tetangga di Kaukasus.

Warga Teheran mulai membuka rumah untuk menampung pelayat dari luar kota. Ezzat Shoai (61) mengatakan, "Kami telah menyiapkan rumah-rumah kami untuk menyambut mereka yang datang dari luar ibu kota. Insyaallah, kami akan pergi bersama untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin kami yang tercinta."

Ajakan untuk Rakyat Iran Hadiri Pemakaman

Sehari sebelum prosesi, Ghalibaf mengajak seluruh rakyat Iran menghadiri upacara. "Seluruh rakyat Iran, untuk menorehkan lembaran sejarah yang gemilang bagi Iran Islam melalui kehadiran Anda," katanya. "Seruan bangsa untuk melakukan pembalasan harus bergema di telinga seluruh dunia."

Menjelang pemakaman, aparat keamanan meningkatkan siaga di Teheran. Foto dan kutipan Khamenei dipasang di berbagai sudut Grand Mosalla. Sebuah taman besar diubah menjadi kamp sementara dengan ratusan tenda Bulan Sabit Merah. Petugas membongkar pembatas jalan di Azadi Avenue yang akan menjadi jalur iring-iringan jenazah pada Senin mendatang. Truk tangki air disiagakan untuk menyemprot jalan demi mendinginkan suhu bagi peserta prosesi.

Jenazah Khamenei akan disemayamkan selama tiga hari. Dalam prosesi itu, jenazah sejumlah anggota keluarganya yang turut meninggal, termasuk cucu perempuannya yang berusia 14 bulan, juga ditempatkan di lokasi yang sama. Peti sang cucu juga diselimuti bendera nasional Iran.

Perkantoran di Teheran Diliburkan

Pemerintah menetapkan Teheran, Qom, dan Mashhad sebagai hari libur selama rangkaian pemakaman. Seluruh kantor pemerintahan dan swasta di Teheran tutup mulai Sabtu (4/7) hingga Senin (6/7). Pembatasan lalu lintas diberlakukan sehingga sebagian besar pusat kota tidak dapat diakses kendaraan pribadi.

Setelah upacara di Teheran, jenazah Khamenei akan dibawa ke Najaf dan Karbala di Irak sebelum dimakamkan pada 9 Juli di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, kota kelahirannya. Hingga kini belum diketahui apakah putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, akan menghadiri prosesi utama. Sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi, Mojtaba belum pernah muncul di hadapan publik.

Suasana Teheran tampak lebih lengang dari biasanya. Sejumlah jalan utama yang biasanya padat terlihat relatif sepi. Beberapa warga memilih meninggalkan ibu kota sebelum prosesi berlangsung.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags