Marc Marquez menyebut dokter sebagai pahlawan sejati dalam perjalanan panjang kariernya di MotoGP. Pembalap asal Spanyol itu berkali-kali naik meja operasi akibat cedera berat, dan ia mengakui peran tenaga medis sangat menentukan kelangsungan kariernya di level tertinggi balap motor dunia.
Tanpa bantuan dokter, kata Marquez, mustahil ia bisa kembali tampil kompetitif di lintasan. Musim MotoGP 2026 sempat diwarnai cedera yang kembali menghampirinya pada awal kompetisi. Namun, kondisinya kini sudah pulih sepenuhnya dan siap bersaing di setiap seri.
Cedera akibat kecelakaan menjadi risiko besar bagi pembalap MotoGP. Marquez menilai fase pemulihan sebagai periode paling sulit, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental.
Operasi Berulang dan Rasa Hormat untuk Tenaga Medis
Marquez menegaskan para dokter pantas mendapat penghormatan tertinggi. Baginya, mereka bukan sekadar profesi pendukung, melainkan sosok utama di balik kebangkitan seorang atlet.
“Orang-orang melihat kami, para pembalap dan atlet lainnya, sebagai pahlawan. Pahlawan saya adalah para dokter, orang-orang yang bekerja di rumah sakit,” kata Marquez, Jumat (3/7/2026).
“Mungkin karena selama bertahun-tahun ini saya telah melihat begitu banyak bantuan. Saya tidak akan mampu melakukannya, tetapi saya ingin menjadi salah satu dari mereka yang menyelamatkan nyawa orang,” tambahnya.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengaku kini kembali menikmati setiap seri balapan. Setelah melewati masa pemulihan panjang, dia merasakan sensasi balap dengan sudut pandang berbeda.
“Saya senang bisa memanfaatkan sebaik-baiknya semua kesempatan yang saya miliki,” ucapnya.
Fokus Marquez saat ini tertuju pada konsistensi performa. Dia berambisi merangsek naik di klasemen dengan memaksimalkan setiap peluang di lintasan. Hingga seri terkini, Marquez menempati posisi kelima klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 153 poin. Dia sudah mencatatkan dua kemenangan sepanjang musim ini.
Dengan kondisi fisik yang kembali prima, Marquez bertekad melanjutkan momentum positif. Dukungan tim medis menjadi fondasi penting dalam upayanya kembali bersaing di papan atas.
Artikel Terkait
Bos Ducati Kagumi Semangat Marc Marquez Meski Finis Ketujuh di MotoGP Belanda
Marc Marquez Ungkap Alasan Tolak Kembali ke Honda: Saatnya Pakai Kepala, Bukan Hati
Fabio Di Giannantonio Akui Penalti Usai Duel dengan Marc Marquez di MotoGP Belanda Sudah Adil
Ai Ogura Masuk Bursa Juara MotoGP 2026 Usai Kemenangan Perdana di Assen