Ronald Koeman resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih kepala Timnas Belanda setelah tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (1/6/2026), tak lama setelah Oranje dikalahkan Maroko di babak 32 besar.
Pelatih berusia 63 tahun itu mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan timnya. "Tadi malam saya mengambil keputusan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda," tulis Koeman. Ia menambahkan bahwa seluruh skuad datang ke Piala Dunia dengan impian besar, namun kenyataan berkata lain.
"Kami semua bermimpi menjalani Piala Dunia yang akan menciptakan sejarah. Hal itu tidak terjadi. Tidak ada seorang pun yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, Anda memikul tanggung jawab itu," ujar Koeman dalam pernyataannya.
Di balik tekanan hasil di lapangan, Koeman mengungkapkan alasan pribadi yang turut mendorong keputusannya. Beberapa pengalaman dalam beberapa tahun terakhir mengubah cara pandangnya terhadap hidup. Ia menyadari bahwa kesehatan jauh lebih berharga daripada prestasi di lapangan hijau.
Koeman secara khusus menyinggung perjuangan sang istri, Bartina, yang tetap mendukungnya meski tengah menjalani pemulihan dari masalah kesehatan. "Beberapa tahun terakhir juga membuat saya kembali menyadari bahwa ada hal yang lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola adalah hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya," kata Koeman.
"Ketika seseorang yang sangat Anda cintai sedang berjuang menghadapi cobaan berat, cara pandang Anda berubah. Meski sedang menjalani proses penyakitnya sendiri, istri saya Bartina mendukung dan menyemangati saya setiap hari untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai pelatih kepala. Itu menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Saya lebih berterima kasih kepadanya daripada yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata," tutur Koeman.
Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Belanda, Nigel de Jong, mengakui performa Oranje di Piala Dunia 2026 tidak memenuhi target. Federasi sebelumnya membidik semifinal dengan ambisi juara dunia. "Target kami adalah mencapai semifinal dan ambisinya menjadi juara dunia. Sayangnya kami tidak berhasil mencapainya. Ya, kami masih sangat jauh dari target itu. Itulah kesimpulannya. Kami harus jujur mengakui hal tersebut," tegas De Jong.
Sepanjang turnamen, permainan Belanda dinilai tidak stabil. Koeman juga gagal mempersembahkan kemenangan atas negara penghuni 25 besar peringkat FIFA di putaran final turnamen besar selama periode keduanya. Kini, federasi harus segera mencari pengganti untuk membangun kembali kekuatan Oranje menuju agenda internasional berikutnya.
Artikel Terkait
Kutukan Melawan Tim Eropa Bayangi AS Jelang Hadapi Bosnia di Piala Dunia 2026
Messi dan Mbappe Pimpin Perburuan Top Skor Piala Dunia 2026
Lautan Hijau Suporter Sambut Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Badai Petir Ancam Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026