PSM Makassar Dikabarkan Pulangkan Darije Kalezic sebagai Pelatih untuk Musim Depan

- Jumat, 05 Juni 2026 | 14:30 WIB
PSM Makassar Dikabarkan Pulangkan Darije Kalezic sebagai Pelatih untuk Musim Depan

PSM Makassar mulai bergerak keluar dari bayang-bayang kekecewaan musim lalu dengan langkah strategis yang mulai terlihat jelas. Di tengah evaluasi besar-besaran yang tengah berlangsung, manajemen klub memberikan sinyal kuat bahwa kursi pelatih kepala untuk musim 2026/2027 akan kembali dipercayakan kepada juru taktik asing.

Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa tim berjuluk Pasukan Ramang itu akan ditangani pelatih dari luar negeri. Meskipun nama resmi belum diumumkan, berbagai petunjuk yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir mengarah pada satu figur yang sudah tidak asing lagi di Kota Makassar.

Sosok tersebut adalah Darije Kalezic. Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu santer dikabarkan akan kembali menukangi PSM. Beberapa sumber menyebutkan bahwa proses negosiasi telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari pihak klub.

Jika kepulangan ini terwujud, maka peristiwa itu bukan sekadar pergantian pelatih biasa. Ini adalah kembalinya arsitek di balik salah satu momen paling emosional dalam sejarah modern PSM Makassar. Publik tentu masih ingat bagaimana Darije membawa Pasukan Ramang menjuarai Piala Indonesia 2019, sebuah trofi yang mengakhiri puasa gelar nasional selama hampir dua dekade.

Lebih dari sekadar piala, Darije meninggalkan kesan mendalam sebagai pelatih yang mampu memahami kultur sepak bola Makassar. Ia paham betul tekanan besar yang selalu menyertai PSM, mengerti ekspektasi tinggi para suporter, dan yang terpenting, ia tahu bagaimana membangun identitas permainan yang sesuai dengan karakter klub.

Saat ini, ketika PSM kembali berada dalam fase transisi, kehadiran Darije dinilai sebagai solusi yang logis. Situasi yang dihadapi klub jauh lebih kompleks dibandingkan saat ia pertama kali datang pada 2019. PSM tidak hanya kehilangan momentum kompetitif, tetapi juga harus menghadapi eksodus sejumlah pemain kunci.

Nama terbesar yang meninggalkan klub adalah Yuran Fernandes. Kepergian sang kapten menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pelatih mana pun. Selama empat musim terakhir, Yuran bukan sekadar bek tengah utama. Ia adalah pemimpin tim, komandan lini belakang, dan figur yang kerap menjadi penentu di pertandingan-pertandingan penting.

Karena itu, salah satu tugas pertama Darije jika benar kembali adalah mencari cara untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan bek asal Tanjung Verde tersebut. Di sinilah spekulasi mulai berkembang. Sebagai pelatih dengan jaringan luas di Eropa dan Balkan, Darije diyakini memiliki daftar pemain yang sudah lama dipantau. Bukan hal mustahil jika ia datang dengan membawa rekomendasi pemain asing yang sesuai dengan filosofi permainannya.

Praktik semacam ini lazim dalam sepak bola modern. Banyak pelatih yang membawa pemain yang sudah mereka kenal atau yang sesuai dengan kebutuhan taktik yang ingin diterapkan. Apalagi, PSM sangat membutuhkan sosok baru yang mampu mengisi peran sentral di jantung pertahanan. Mencari bek dengan karakter persis seperti Yuran memang hampir mustahil, namun mencari pemain yang mampu menjalankan fungsi serupa masih sangat mungkin dilakukan.

Di sisi lain, kedatangan Darije juga berpotensi membuka jalan bagi regenerasi skuad. Salah satu ciri khas kepelatihannya adalah keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda yang dinilai siap berkembang. Karakter tersebut sangat relevan dengan kondisi PSM saat ini yang memiliki sejumlah talenta muda menjanjikan, seperti Dimas Adi Prasetyo dan Ananda Raehan, serta beberapa pemain hasil pembinaan akademi yang menanti lebih banyak kesempatan tampil. Kombinasi antara pemain muda dan pemain berpengalaman bisa menjadi fondasi baru yang dibangun Darije di periode keduanya.

Namun, semua itu masih berada dalam tahap perencanaan. Tantangan terbesar tetap terletak pada kemampuan manajemen dan tim pelatih untuk menyusun skuad yang kompetitif di tengah berbagai keterbatasan. Musim lalu memberikan pelajaran berharga bahwa nama besar klub tidak cukup untuk menjamin kesuksesan. PSM membutuhkan arah yang jelas, identitas permainan yang kuat, dan figur pemimpin yang mampu menyatukan kembali seluruh elemen tim.

Karena itulah, rumor kepulangan Darije Kalezic disambut positif oleh banyak suporter. Bukan semata-mata karena nostalgia, melainkan karena mereka melihat adanya peluang untuk melanjutkan cerita yang dahulu terasa belum selesai. Sekretaris Jenderal Red Gank, Sadakati Sukma, menilai bahwa siapa pun pelatih yang datang harus memahami sepak bola Indonesia dan kultur PSM Makassar. Kriteria tersebut, menurutnya, melekat pada sosok Darije yang pernah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, bekerja di bawah tekanan besar publik Makassar, dan yang terpenting, pernah membawa PSM merasakan manisnya mengangkat trofi juara.

Kini, pertanyaan yang tersisa tinggal menunggu waktu untuk dijawab. Apakah Darije Kalezic benar-benar akan segera diperkenalkan sebagai pelatih baru PSM Makassar? Dan jika itu terjadi, apakah ia sudah menyiapkan gerbong pemain asing yang akan menjadi bagian dari proyek kebangkitan Pasukan Ramang? Yang jelas, jika rumor tersebut menjadi kenyataan, maka PSM bukan hanya mendapatkan pelatih baru. Mereka mendapatkan sosok yang memahami klub, memahami kotanya, dan mungkin telah memiliki gambaran tentang bagaimana membangun kembali kekuatan Juku Eja setelah kepergian Yuran Fernandes dan berakhirnya musim yang penuh gejolak. Sebuah era baru tampaknya sedang disiapkan di Makassar, dan Darije Kalezic bisa menjadi tokoh utama dalam babak berikutnya perjalanan PSM Makassar.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar