Megawati Hangestri Masuk Daftar Pemain Hyundai Hillstate Musim 2026/2027, Spekulasi Kontrak Miliaran Mengemuka

- Kamis, 30 April 2026 | 13:30 WIB
Megawati Hangestri Masuk Daftar Pemain Hyundai Hillstate Musim 2026/2027, Spekulasi Kontrak Miliaran Mengemuka

HARIAN, SEOUL – Jagat voli Asia lagi-lagi dibuat gempar. Kali ini, ulahnya si "Megatron", Megawati Hangestri Pertiwi. Tanpa banyak bicara, tanpa pengumuman resmi yang panjang lebar, namanya tiba-tiba muncul di daftar pemain Hyundai E&C Hillstate untuk musim 2026/2027. Begitu nama itu terpampang, spekulasi langsung bermunculan. Yang paling panas? Soal nilai kontrak yang katanya bakal bikin melongo.

Langkah ini sebenarnya bukan kejutan total. Setelah dua musim yang luar biasa, Megawati jelas masih jadi primadona di Negeri Ginseng. Nilai pasarnya meroket. Kini, publik penasaran: seberapa tebal pundi-pundi rupiah yang bakal dikantonginya?

Sinyal Kuat Kembalinya Sang Ratu Voli

Menurut data dari Volleybox per 30 April 2026, nama Megawati sudah masuk dalam tujuh pemain inti Hyundai E&C Hillstate. Pola transfer "diam-diam" begini sebenarnya pernah terjadi sebelumnya waktu Tanacha Songsoed dan Zhong Hui pindah. Jadi, ini semacam kode keras bahwa kesepakatan sudah di tahap final.

Sebetulnya, ketertarikan Hyundai Hillstate terhadap Megawati udah jadi rahasia umum. Sejak akhir musim 2024/2025, klub ini dikabarkan mati-matian ingin memboyongnya dari Red Sparks. Bahkan sempat ada tawaran opsi tukar guling pemain, lho.

Memang, Megawati sempat mencoba peruntungan di Liga Turki. Tapi, entah kenapa, magnet Liga Voli Korea ternyata lebih kuat. Apalagi pelatih Kang Sung-hyun sampai terbang langsung ke Indonesia untuk memantau aksinya di final Proliga 2026. Itu bukti nyata, bukan sekadar isapan jempol.

Performa Elite yang Bikin Hyundai Hillstate Kepincut

Jelas, Megawati nggak jadi rebutan tanpa alasan. Selama dua musim di Red Sparks (2023/2024 dan 2024/2025), dia bikin sejarah. Tim yang nyaris tujuh tahun nggak nyentuh playoff, tiba-tiba lolos. Bahkan, dia bawa mereka sampai ke partai Grand Final. Gila, kan?

Tapi daya tarik Megawati bukan cuma soal angka-angka di papan skor. Nilai komersialnya juga gede banget. Dari sekadar pemain asing, dia bertransformasi jadi ikon global. Dia bisa bersaing dengan pemain non-Asia, meskipun secara fisik sering dianggap kalah unggul. Itu yang bikin banyak orang kagum.

Menakar Gaji: Asia vs Non-Asia

Nah, soal kontrak, ini yang paling bikin orang penasaran. Federasi Voli Korea Selatan (KOVO) baru aja memperbarui standar gaji untuk musim 2026/2027. Ada dua kategori.

Pertama, pemain asing Asia. Gaji tahun pertama dipatok 150 ribu dolar AS sekitar Rp2,5 miliar. Kalau bertahan sampai musim kedua, naik jadi 170 ribu dolar AS, atau sekitar Rp2,8 miliar.

Kedua, pemain asing non-Asia. Nah, ini yang bikin mata melek. Angkanya jauh lebih gede: 250 ribu dolar AS (Rp4,26 miliar) di musim debut, dan bisa melonjak sampai 300 ribu dolar AS (Rp5,11 miliar) di musim kedua.

Dengan sistem bebas transfer yang baru buat pemain Asia, Megawati punya pilihan strategis. Mau tetap sebagai pemain Asia, atau coba tembus jalur non-Asia demi kontrak yang lebih "wah"? Tapi, perlu diingat, kalau dia absen semusim, nilai kontraknya bisa balik lagi ke kategori tahun pertama. Jadi, ini dilema yang nggak gampang.

Tantangan Cedera di Tengah Tawaran Menggiurkan

Di balik semua euforia ini, ada satu masalah yang masih mengganjal: kondisi fisik Megawati. Cedera lutut yang dideritanya sejak akhir musim 2024/2025 belum pulih total. Jadwal kompetisi yang padat bikin pemulihannya nggak maksimal. Sempat ada wacana operasi sebagai jalan keluar jangka panjang.

Masalah medis inilah yang sempat bikin rumor comeback-nya meredup. Tapi, dengan namanya sudah tercantum di roster Hyundai Hillstate, bola sekarang ada di tangan Megawati. Mau langsung tancap gas mengejar kontrak besar, atau prioritasin pemulihan dulu?

Yang jelas, satu hal nggak bisa dipungkiri: kehadiran Megawati Hangestri di Korea Selatan tetap jadi magnet terbesar buat dunia voli Asia. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, kita tunggu saja. (")

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar