Mimpi untuk melihat pembalap Indonesia berdiri di podium Moto3 Spanyol 2026? Itu bukan lagi sekadar angan-angan. Balapan yang digelar di Sirkuit Jerez yang legendaris itu rencananya bakal digelar Minggu, 26 April 2026. Sebelum race utama, serangkaian latihan bebas dan kualifikasi akan lebih dulu menyemarakkan sirkuit pada 24 dan 25 April.
Nama yang jadi sorotan, tentu saja, Veda Ega Pratama. Rider muda asal Gunung Kidul ini baru saja mengalami kekecewaan di Amerika Serikat. Ia gagal finis di Circuit of the Americas, padahal peluang untuk meraih poin terbuka lebar. Tapi, dari situ justru muncul tekad yang lebih besar.
“Ya, pasti kecewa. Kami punya momentum bagus sebenarnya,” ujar Veda, mengakui rasa frustrasinya.
Namun begitu, ia tak mau larut. “Tapi ini semua bagian dari proses. Saya ambil pelajaran berharga dari sini, dan insyaallah akan kembali lebih kuat di Jerez nanti,” tambahnya penuh keyakinan.
Optimisme Veda bukannya tanpa alasan. Peluangnya untuk menembus tiga besar di Spanyol terbilang cukup realistis. Ia punya sejarah manis di trek yang sama. Coba lihat catatannya di Red Bull Rookies Cup 2025: finish ketiga! Yang membuatnya luar biasa, prestasi itu ia raih meski start dari posisi 15. Sungguh sebuah comeback yang spektakuler.
Performanya di musim debut Moto3 2026 memang bikin banyak orang tercengang. Di seri pembuka di Thailand, ia langsung menancapkan finis kelima. Lalu di Brasil, ia berhasil naik podium! Posisi ketiga berhasil ia kantongi, membuktikan bahwa bakatnya bukan main-main. Gagal finis di AS sepertinya hanya sedikit gangguan dalam perjalanan yang sedang menanjak.
Hebatnya, gebrakan Veda tak luput dari mata tajam para pengintai di paddock. Menurut pengamat balap Hendry Wibowo, bakat rider 17 tahun itu mulai diburu tim-tim Eropa. Yang menarik, salah satu yang berminat adalah tim yang punya akar sejarah di MotoGP.
“Saya dapat informasi kalau Veda mulai jadi perhatian tim-tim papan atas,” kata Hendry Wibowo dalam sebuah program diskusi.
Ia lalu bercerita, “Ada narasumber dari Indonesia yang dekat dengan dunia paddock MotoGP menunjukkan pesan dari seorang bos tim. Tim itu punya jejak di Moto3, Moto2, dan pernah turun di MotoGP. Sang bos bilang, mereka tertarik dan menganggap Veda sebagai talenta potensial.”
Cerita ini tentu memantik pertanyaan besar. Akankah Veda Ega Pratama berani mengambil langkah besar? Meninggalkan Honda yang menjadi rumahnya sekarang, lalu bergabung dengan tim Eropa di musim 2027? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi satu hal yang pasti, perjalanan rider muda ini baru saja dimulai, dan semua mata tertuju padanya.
Artikel Terkait
Persija Incar Konsistensi Usai Pesta Gol, Hadapi PSBS dengan Skuat Tak Lengkap
Hendra Setiawan Beralih Peran, Jadi Pelatih di Piala Thomas 2026
Jakarta Ditunjuk Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026
FFI Targetkan Timnas Futsal Indonesia Tampil di Piala Dunia 2028