JAKARTA – Status juara bertahan? Finalis Piala Asia? Beban itu tampaknya sengaja disingkirkan dari pundak Timnas Futsal Indonesia. Menjelang AFF Futsal 2026 di Thailand nanti, pelatih Hector Souto justru memilih bersikap realistis. Dan alasannya cukup mengejutkan: mereka tak dibebani target juara.
Turnamen yang berlangsung 5-12 April itu akan mempertemukan Garuda Futsal dengan Malaysia, Australia, dan Brunei Darussalam di Grup B. Persaingan pasti ketat. Namun, Souto melihat kondisi timnya kali ini jauh berbeda.
“Saya coba bandingkan,” ujarnya di Tifosi Sport Center, Jakarta, Rabu lalu.
“Sebelum AFF 2025, kami punya dua bulan penuh latihan bersama. Jalan dari Malang, Yogyakarta, Jakarta, sampai uji coba hampir sepuluh hari di Thailand. Sekarang? Baru tiga hari kami berkumpul, masih ada dua hari lagi. Coba bayangkan bedanya.”
Nada suaranya jelas menggambarkan sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Durasi persiapan yang jauh lebih singkat menjadi alasan utama sikapnya ini.
Meski begitu, bukan berarti Souto pesimis. Di sisi lain, dia masih melihat potensi besar dalam skuadnya. Percakapannya dengan sejumlah pelatih lain menguatkan keyakinan bahwa Indonesia selalu punya pemain-pemain berbakat dan skill individu yang mumpuni di level ASEAN.
“Kami akan coba yang terbaik,” tuturnya singkat.
Fokusnya sekarang lebih pada kompetisi itu sendiri, bukan pada tekanan untuk mempertahankan gelar. Menurut Souto, memaksa pemain mengejar hasil dengan persiapan minim justru berisiko. Adaptasi yang terburu-buru bisa jadi bumerang.
“Tapi, tim saya harus tetap kompetitif,” tegasnya.
Pendekatannya lebih bijak. Hasil akhir, baginya, adalah sesuatu yang misterius. Bisa saja tim bermain gemilang tapi kalah, atau sebaliknya, performa pas-pasan justru membawa kemenangan. Karena itu, tekanan dialihkan dari soal menang-kalah ke soal menampilkan permainan terbaik.
Dia hanya meminta anak asuhnya tampil dengan identitas tim yang kuat dan mengeluarkan seluruh kemampuan di lapangan. Dengan cara itu, performa tim diharapkan bisa lebih stabil sepanjang turnamen.
Jadi, meski tanpa embel-embel target juara, harapan untuk bersaing tetap menggelora. Garuda Futsal akan terbang ke Thailand dengan beban yang lebih ringan, namun semangat untuk bertarung tak boleh padam.
Artikel Terkait
Tiga Mesin Gol Liga Super Indonesia Dikabarkan Berganti Klub, Peta Kekuatan Papan Atas Terancam Berubah
Brexit Hambat Liverpool Rekrut Wonderkid Jerman, Eichhorn Baru Bisa Bergabung 2027
Carrick Minta Dana Rp3 Triliun untuk Boyong Tonali dan Ederson ke Manchester United
Chelsea dan Newcastle Bahas Transfer Lima Pemain Sekaligus Jelang Bursa Musim Panas 2026