MAKASSAR Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare bersiap menyambut PSM Makassar lagi. Tapi suasana malam Senin ini terasa lain. Bukan cuma soal perebutan tiga angka, ini lebih tentang usaha bangkit dari keterpurukan yang perlahan mengikis mental juara.
Lawan mereka adalah Persita Tangerang, duel pekan ke-24 Liga Super 2025/2026. Di atas kertas, ini laga biasa. Tapi coba lihat lebih dalam: kedua tim ini sama-sama limbung, kehilangan pijakan, dan amat sangat butuh kemenangan.
Buat PSM, pertemuan ini seperti diingatkan pada kenangan pahit. September tahun lalu di Banten, mereka tumbang 1-2 dari Persita. Lucas Dias sempat bikin gol spektakuler dari jarak jauh untuk menyamakan kedudukan, memberi secercah harapan. Tapi semua buyar oleh dua penalti yang dieksekusi sempurna Eber Bessa dan Pablo Ganet.
Nah, sekarang ceritanya beda.
Lucas Dias, sang penyelamat kala itu, sudah tak ada. Peran itu kini coba diemban Sheriddin Boboev. Pemain asal Tajikistan itu bukan sekadar pengganti; dia jadi simbol harapan baru di tengah masalah paling pelik PSM: kekeringan gol.
Bayangkan, dalam sembilan laga terakhir, mereka cuma menang sekali. Lebih parah lagi, hanya empat gol yang berhasil dicetak. Angka yang sangat minim untuk tim sekelas Juku Eja.
Pelatih Tomas Trucha jelas dihadapkan pada teka-teki. Harus hati-hati, tapi juga terdesak kebutuhan mendesak untuk meraih poin penuh.
Di sisi lain, tekanan juga menghantui tamu. Persita datang dengan kondisi yang tak kalah suram. Performa mereka anjlok drastis di putaran kedua. Enam laga terakhir cuma dihiasi satu kemenangan. Serangan mereka tumpul, cuma cetak tiga gol dalam periode itu, bahkan sempat empat laga tanpa gol sama sekali. Pelatih Carlos Pena pasti pusing.
Artikel Terkait
Tavares Hadapi Ujian Berat Lawan Persib di Tengah Jadwal Padat Persebaya
Kontingen Indonesia Siap Bertarung di All England 2026
Kevin De Bruyne Kembali Berlatih Setelah 128 Hari Absen Cedera
Veda Ega Pratama Pimpin Klasemen Rookie Usai Debut Mengesankan di Moto3 Thailand