MURIANETWORK.COM - Persija Jakarta berhasil bangkit dari kekalahan dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bali United dalam lanjutan Super League 2025-2026, Minggu (15/2/2026). Kemenangan tandang di Gianyar ini menjaga asa Macan Kemayoran dalam perburuan gelar, didorong oleh evaluasi intensif dan peningkatan disiplin tim pasca hasil mengecewakan di kandang sendiri.
Respons Cepat Setelah Kekalahan
Tekanan sempat menghampiri Persija usai ditundukkan Arema FC 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 8 Februari 2026. Kekalahan di depan pendukung sendiri itu memicu respons cepat dari skuat ibu kota. Alih-lama terpuruk, manajemen dan pelatih langsung melakukan pembenahan internal untuk memperbaiki performa.
Gelaran latihan pun berubah. Bek andalan Jordi Amat mengungkapkan, intensitas sesi latihan meningkat secara signifikan pasca kekalahan tersebut. Peningkatan drastis ini, menurutnya, langsung terlihat dampaknya di lapangan hijau.
“Kerja keras, kerja keras. Kalian tidak bisa membayangkan berapa banyak jam kami berlatih, bekerja,” tutur Amat, seperti dikutip dari laman resmi klub, Selasa (17/2/2026).
Analisis Mendalam sebagai Fondasi
Namun, kerja keras fisik saja tidak cukup. Rahsia kebangkitan lainnya terletak pada pendekatan taktis yang lebih analitis. Tim secara kolektif menyisir setiap detail permainan melalui tayangan ulang pertandingan, sebuah proses yang diyakini menjadi landasan kemenangan.
“Menonton video, melakukan analisis setelah pertandingan. Jadi kami pantas mendapatkannya. Sangat bahagia,” lanjut Jordi Amat, menegaskan bahwa kemenangan di Bali adalah buah dari proses evaluasi yang menyeluruh.
Pendekatan itu terbukti efektif. Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Persija tampil lebih terorganisir, solid di pertahanan, dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Perubahan sikap ini menunjukkan kedewasaan tim dalam menghadapi tekanan.
Perjalanan Masih Panjang di Puncak Klasemen
Meski semangat kembali membara, Jordi Amat mengingatkan bahwa perjalanan masih jauh dari selesai. Persaingan di papan atas Super League masih sangat ketat dan setiap pertandingan ke depan akan menjadi final bagi ambisi juara.
“Sekarang mari kita pergi dan merayakan karena kami juga punya pertandingan-pertandingan yang sangat berat ke depan,” ujarnya, menekankan pentingnya tetap fokus.
Peringkat ketiga dengan 44 poin, hanya terpaut tiga angka dari Persib Bandung di puncak, membuat situasi semakin menarik. Selisih tipis ini berarti fluktuasi kecil bisa langsung mengubah peta persaingan. Ujian berikutnya akan datang ketika Persija menjamu PSM Makassar di Jakarta International Stadium pada 20 Februari 2026, sebuah laga yang akan menguji konsistensi mereka.
Pada akhirnya, kebangkitan Persija ditopang oleh kombinasi faktor: dedikasi dalam latihan, ketelitian dalam analisis, dan mentalitas untuk segera bangkit. Jika komitmen ini dapat dipertahankan, peluang untuk menyalip puncak klasemen tetap terbuka lebar hingga peluit akhir kompetisi berbunyi.
Artikel Terkait
Louis Saha Soroti Potensi MU Rekrut Cole Palmer dan Endrick
Serie A Jatuhkan Sanksi Tegas, CEO Juventus Diskors hingga Akhir Maret
Manchester United dan Chelsea Bantah Dekati Jurgen Klopp
Osimhen Buka Suara: Insiden TikTok dan Janji yang Diingkari Picu Kepergian dari Napoli