MURIANETWORK.COM - Seorang pemain sepak bola PSM Makassar, Ricky Pratama, dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap pasangannya. Laporan dengan nomor STTLP/B/190/II/2026/SPKT itu didaftarkan oleh seorang perempuan berinisial AD (24) di Polda Sulawesi Selatan pada Minggu (15 Februari 2026), menyusul insiden yang diduga terjadi di sebuah indekos di Makassar.
Kronologi Kekerasan yang Dilaporkan
Berdasarkan dokumen laporan polisi yang diakses, insiden ini bermula pada Jumat, 6 Februari 2026. AD, yang bekerja sebagai karyawan swasta dan berasal dari Magelang, melaporkan serangkaian tindakan kekerasan fisik. Ia mengaku dibanting satu kali hingga terjatuh ke lantai di lokasi kejadian di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang.
Kejadian itu tidak berhenti di situ. Setelah korban terjatuh, pelaku diduga menindih tubuh AD menggunakan kedua kakinya. Laporan itu juga menyebutkan tindakan pencekikan. Leher korban diduga ditekan hingga tiga kali selama insiden berlangsung.
Kondisi Korban dan Langkah Awal Penyidikan
Akibat peristiwa tersebut, AD mengalami sejumlah luka fisik yang cukup terlihat. Bagian leher dan tangannya tampak memar, sementara lengan bawahnya terdapat luka goresan. Luka-luka itu menjadi bagian dari bukti yang dicatat dalam proses hukum.
Laporan ini telah ditindaklanjuti oleh aparat. Ka Siaga III SPKT Polda Sulsel menerima laporan langsung dari korban. Saat ini, proses penyidikan tengah berjalan dengan mengumpulkan bukti-bukti pendukung serta memanggil para saksi untuk dimintai keterangan.
Respons Publik di Media Sosial
Berita ini dengan cepat memicu reaksi keras dari publik, terutama di platform media sosial. Akun Instagram pribadi Ricky Pratama, yang juga merupakan pemain Timnas U-23, dibanjiri komentar warganet. Mereka menyoroti postingan lamanya pada 17 April 2023.
Hingga Selasa (17 Februari 2026), unggahan tersebut telah dikomentari lebih dari 1.700 kali. Banyak komentar menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan Ricky, dengan menyebutnya telah merusak karier sendiri.
"Sebagian besar netizen menyalahkan sang pemain, karena menghancurkan kariernya sendiri," tulis salah satu komentar yang mewakili sentimen umum.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi atau pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Ricky Pratama terkait laporan penganiayaan ini. Pihak manajemen klub PSM Makassar pun hingga saat ini masih memilih untuk tidak memberikan komentar apa pun, menunggu perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Osimhen Buka Suara: Insiden TikTok dan Janji yang Diingkari Picu Kepergian dari Napoli
Persija Bangkit dari Kekalahan, Kalahkan Bali United 1-0 di Gianyar
Bezzecchi Targetkan Start Kuat di MotoGP 2026 Usai Peringkat Ketiga 2025
Babak Play-Off Liga Champions Bergulir, Delapan Tiket ke 16 Besar Diperebutkan