Pelatih Persebaya Toleransi Luapan Emosi Kapten Bruno Moreira

- Senin, 16 Februari 2026 | 16:00 WIB
Pelatih Persebaya Toleransi Luapan Emosi Kapten Bruno Moreira

MURIANETWORK.COM - Kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, menjadi sorotan usai menunjukkan reaksi emosional saat ditarik keluar pada laga melawan Bhayangkara FC, Sabtu (14/2) di Stadion Gelora Bung Tomo. Alih-alih menegur, pelatih Bernardo Tavares justru menyikapi luapan amarah pemain asal Brasil itu dengan pemahaman, menyebutnya sebagai wujud ambisi.

Reaksi Emosional Sang Kapten

Suasana panas di GBT makin terasa ketika Bruno Moreira, yang diganti pada menit ke-66, terlihat melempar botol minuman dalam kekesalannya. Keputusan pelatih Bernardo Tavares untuk menarik sang kapten dan memasukkan Pedro Matos tampaknya sulit diterima Bruno, terlebih saat timnya sedang tertinggal 1-2. Momen ini terasa istimewa mengingat Bruno adalah pilar yang hampir tak pernah absen dalam 17 pertandingan sebelumnya.

Namun, respons pelatih justru mengejutkan. Tavares, dengan tenang, menyatakan ia tak mempermasalahkan luapan emosi pemainnya itu. Baginya, reaksi tersebut justru menunjukkan karakter yang diinginkannya.

"Saya rasa tidak ada pemain yang suka diganti, termasuk Bruno. Jika dia kesal, itu wajar. Kalau dia diganti tapi malah senang, saya justru yang tidak suka dan akan memarahinya. Kekesalan ini menunjukkan dia punya keinginan untuk evaluasi dan perbaikan," tegas Tavares melalui kanal YouTube resmi klub.

Analisis Performa di Balik Pergantian

Di balik reaksi emosional Bruno, terdapat alasan teknis yang mendasari keputusan Tavares. Meski menjadi top skor tim, performa Bruno pada laga itu dinilai jauh dari standar terbaiknya. Observasi dari lapangan menunjukkan, meski mendapat suplai bola yang memadai di babak pertama, ia kesulitan mengubahnya menjadi peluang berbahaya.

Data statistik dari Sofascore pun mengonfirmasi analisis tersebut. Bruno hanya meraih rating 6,4, angka yang tergolong rendah untuk pemain kunci. Dari sisi ofensif, ia hanya melepaskan satu tembakan yang berhasil diblok, tanpa mencatatkan umpan kunci atau crossing akurat. Kontribusi defensifnya juga minimal, dengan catatan yang sangat terbatas untuk tekel, intersep, dan duel darat yang dimenangi.

Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa setiap pemain, sekaliber apa pun, bisa mengalami hari yang buruk. "Bruno pemain penting dan kapten kami, tapi kadang pemain bisa memiliki hari yang buruk. Tugasnya sekarang adalah pulih cepat dan menganalisis kesalahannya," imbuhnya.

Ujian Mental Menjelang Laga Berikutnya

Kini, tantangan terbesar bagi Bruno adalah bagaimana bangkit dari performa buruk dan insiden emosional tersebut. Tavares jelas masih menaruh harapan besar pada mesin gol andalannya yang telah mengoleksi tujuh gol dan empat assist sepanjang musim ini.

Ujian nyata bagi mentalitas dan kemampuannya untuk berbenah akan datang pada laga tandang melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, 21 Februari mendatang. Pertanyaan besarnya adalah apakah insiden di GBT akan menjadi titik balik yang memicu kebangkitan performa sang kapten, atau justru menjadi beban di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Jawabannya hanya bisa diberikan di lapangan hijau.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar