MURIANETWORK.COM - Manchester United menghadapi tantangan serius dalam perburuan pelatih baru untuk musim 2026/2027. Dua target utama mereka, Carlo Ancelotti dan Thomas Tuchel, secara beruntun dikabarkan menolak tawaran untuk menukangi klub berjuluk Setan Merah itu. Penolakan ini memaksa manajemen klub untuk meninjau ulang strategi dan mulai mempertimbangkan kandidat-kandidat lain yang lebih realistis.
Dua Tamparan Beruntun untuk Ambisi United
Proses rekrutmen yang diharapkan berjalan mulus justru menemui jalan buntu. Laporan terbaru dari The Athletic mengonfirmasi bahwa Carlo Ancelotti, pelatih legendaris yang diidam-idamkan, telah memantapkan komitmennya untuk tetap melatih Timnas Brasil. Keputusan ini secara efektif menutup pintu bagi kemungkinan kepulangannya ke Liga Inggris.
Sebelumnya, situasi serupa juga terjadi dengan Thomas Tuchel. Sang pelatih dikabarkan lebih memilih untuk memperpanjang kontraknya bersama Timnas Inggris, The Three Lions, ketimbang menerima tantangan di Old Trafford. Penolakan berturut-turut dari dua sosok berpengalaman ini tentu menjadi pukulan bagi ambisi United untuk segera bangkit dengan tangan dingin pelatih top.
Opsi Internal: Michael Carrick Naik Daun
Dengan dua nama besar itu aman di posisi masing-masing, perhatian internal di klub pun mulai beralih. Nama Michael Carrick, mantan pemain dan asisten pelatih yang memahami seluk-beluk klub, kini muncul sebagai opsi yang semakin kuat. Ia dianggap sebagai kandidat yang memahami DNA Manchester United dan berpotensi menjadi solusi, baik untuk jangka pendek maupun panjang, guna menstabilkan situasi.
Meski begitu, mandat penuh untuk Carrick belum dipastikan. Suasana di sekitar Old Trafford diliputi kecemasan sekaligus harapan, menyadari bahwa keputusan ini akan sangat menentukan arah klub di tengah persaingan yang kian sengit.
Daftar Alternatif dan Tekanan Waktu
Selain Carrick, manajemen disebut-sebut juga masih membidik sejumlah pelatih progresif. Nama-nama seperti Julian Nagelsmann, Roberto De Zerbi, dan Oliver Glasner disebut masih berada dalam radar. Pilihan ini menunjukkan bahwa klub tetap membuka peluang untuk mendatangkan taktik baru dari luar.
Di balik layar, tekanan untuk tidak ceroboh dalam mengambil keputusan sangat besar. Proses seleksi ini bukan sekadar mengisi kursi kosong, melainkan langkah krusial yang akan membentuk masa depan klub. Fokus kini tertuju pada sosok yang benar-benar siap memikul beban berat membawa perubahan yang berarti.
Pertanyaan besar masih menggantung: akankah kepercayaan diberikan kepada sang putra klub, atau justru akan muncul kejutan di menit-menit terakhir? Jawabannya hanya waktu yang bisa memberikan kepastian bagi ambisi besar Manchester United.
Artikel Terkait
Atletico Madrid Tumbang dari Rayo Vallecano, Oblak Kritik Keras Performa Tim
Manchester United Amati Federico Dimarco dan Pierre Kalulu di San Siro
Pelatih Persebaya Toleransi Luapan Emosi Kapten Bruno Moreira
Persija Kehilangan Rizky Ridho Jelang Laga Panas Kontra PSM