Pemain PSM Ricky Pratama Dilaporkan ke Polda Sulsel atas Dugaan Penganiayaan Kekasih

- Senin, 16 Februari 2026 | 08:00 WIB
Pemain PSM Ricky Pratama Dilaporkan ke Polda Sulsel atas Dugaan Penganiayaan Kekasih

MURIANETWORK.COM - Seorang pemain sepak bola profesional kembali tersandung kasus hukum. Ricky Pratama, winger PSM Makassar yang pernah membela Timnas Indonesia kelompok usia, dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya. Laporan tersebut diterima pada Minggu (15 Februari 2026), dengan peristiwa yang diduga terjadi di sebuah rumah kos di Makassar pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kronologi Laporan ke Pihak Berwajib

Kuasa hukum pelapor, Eko Saputra, telah mengonfirmasi bahwa kliennya, seorang perempuan berinisial AD (25), telah mengambil langkah hukum. Ia menyatakan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel.

“Betul, siang tadi kami ke Polda Sulsel. Kami sudah melaporkan RP dugaan penganiayaan,” ujar Eko kepada awak media.

Menurut penjelasan kuasa hukum, hubungan antara AD dan terlapor telah berjalan sekitar empat hingga lima bulan. Korban bahkan disebut telah berpindah dari Magelang, Jawa Tengah, untuk tinggal di Makassar. Cekcok yang terjadi tepat sebelum keberangkatan tim ke Yogyakarta untuk menjalani laga tandang disebut menjadi pemicu insiden yang dilaporkan.

“Tepat di tanggal 6 itu, sebelum PSM berangkat away ke Jogja, terjadi cekcok,” lanjutnya.

Dugaan yang Mengemuka di Media Sosial

Isu ini mulai mendapat sorotan publik setelah sebuah narasi panjang beredar di platform media sosial Threads. Seorang perempuan, tanpa menyebut nama, mengaku mengalami kekerasan fisik dari kekasihnya yang digambarkan sebagai pemain Timnas dan Liga 1. Meski tidak eksplisit, deskripsi tersebut dengan cepat dihubungkan oleh warganet dengan sosok Ricky Pratama.

Dalam unggahan yang viral itu, korban mengklaim mengalami perlakuan berupa dibanting dan dicekik. Ia juga menyebut telah menjalani pemeriksaan visum di rumah sakit, meski hasil resminya belum diketahui publik. Narasi yang berkembang di linimasa ini mendorong gelombang komentar, pertanyaan, dan desakan untuk klarifikasi di akun-akun terkait sang pemain.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar