Perayaan Waisak di Borobudur Dorong Lonjakan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Magelang

- Minggu, 31 Mei 2026 | 04:00 WIB
Perayaan Waisak di Borobudur Dorong Lonjakan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Magelang

Perayaan Waisak di kawasan Candi Mendut dan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tidak sekadar menjadi momentum ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah tersebut. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan bahwa lonjakan jumlah pengunjung selama perayaan memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor usaha lokal. Hotel, homestay, rumah makan, hingga pelaku usaha kuliner di wilayah Magelang merasakan efek positif dari peningkatan aktivitas wisatawan yang datang.

Menurut Irene, para pengunjung Waisak tidak hanya beribadah, tetapi juga melakukan kegiatan ekonomi seperti berbelanja dan menikmati kuliner khas di sekitar kawasan Borobudur. Ia mencontohkan, pada perayaan tahun sebelumnya, tingkat okupansi hotel melonjak tajam. Bahkan, ia sendiri mengalami kesulitan mendapatkan penginapan dan harus melakukan pemesanan jauh-jauh hari. Kondisi ini, lanjutnya, merupakan tantangan positif atau yang kerap disebut sebagai happy problem, karena mencerminkan tingginya minat wisatawan untuk menghadiri perayaan Waisak di Magelang.

Di sisi lain, homestay di sekitar kawasan Borobudur juga dilaporkan terisi penuh seiring meningkatnya jumlah wisatawan. Irene menambahkan bahwa efek ekonomi serupa juga terlihat pada berbagai kegiatan dan festival di Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Magelang. Semua itu, menurutnya, turut menggerakkan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Irene Umar menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong agar kegiatan keagamaan dan budaya dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Ia menilai kondisi ini menunjukkan potensi besar pengembangan ekonomi kreatif berbasis event keagamaan dan budaya di Indonesia. Dengan pengelolaan yang tepat, perayaan seperti Waisak tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar