MURIANETWORK.COM - Sergio Castel, penyerang Persib Bandung, mengajak suporter untuk tetap percaya pada kemungkinan comeback dramatis dalam leg kedua babak 16 besar ACL 2 2025/2026. Optimisme ini disampaikannya meski timnya terdesak setelah kalah telak 0-3 dari Ratchaburi FC di leg pertama, Rabu (11/2/2026) lalu. Castel mengaku terinspirasi oleh mentalitas juara klub-klub besar Eropa untuk membalikkan keadaan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (18/2/2026) mendatang.
Posisi Terjepit dan Dua Jalur Lolos
Kekalahan tiga gol tanpa balas di kandang Ratchaburi FC memang menempatkan Persib pada situasi yang sangat sulit. Gawang Teja Paku Alam harus bobol dua kali oleh Tana dan sekali oleh Gabriel Mutombo. Untuk bisa melangkah ke babak delapan besar, Maung Bandung kini hanya punya dua opsi. Opsi pertama adalah kemenangan dengan selisih empat gol, misalnya 4-0, yang akan langsung mengantarkan mereka lolos. Sementara, jika menang dengan selisih tiga gol seperti skor 3-0, pertandingan akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu dan berpotensi adu penalti.
Mentalitas 'Remontada' ala Madrid
Sebagai pemain yang lahir dan besar di Las Rozas, Madrid, Castel tidak asing dengan konsep "remontada" atau pembalikan keadaan yang spektakuler. Ia secara gamblang menyebut inspirasi dari klub raksasa asal kotanya, Real Madrid, yang kerap menunjukkan keperkasaan mental di saat-saat kritis.
"Anda tahu saya berasal dari Spanyol, dari Madrid. Saya tahu bagaimana Real Madrid sering melakukan comeback. Jadi saya percaya, mengapa tidak? Kami harus terus mendorong diri sendiri," tegas striker berusia 30 tahun itu dengan keyakinan penuh.
GBLA sebagai Faktor Penentu
Di balik keyakinannya, Castel sangat menyadari bahwa tugas berat di depan mata mustahil dijalani tanpa dukungan penuh dari tribun. Ia menekankan bahwa atmosfer panas Stadion GBLA yang dipenuhi puluhan ribu Bobotoh akan menjadi kekuatan tambahan yang vital bagi anak-anak asuh Bojan Hodak.
"Kami sangat membutuhkan kehadiran Bobotoh. Kami membutuhkan dukungan maksimal dari semuanya. Tentu saja kami akan kembali berjuang dengan bantuan mereka di tribun," ungkapnya menutup harapan.
Laga leg kedua nanti, lebih dari sekadar pertarungan teknik dan taktik, akan menjadi ujian karakter bagi skuad Persib. Tantangannya adalah membuktikan bahwa dalam sepak bola, keajaiban selalu mungkin terjadi, terutama ketika sebuah tim bermain di hadapan benteng dan pendukungnya yang paling bersuara.
Artikel Terkait
PSM Makassar Tumbang di Kandang, Konsistensi dan Pertahanan Jadi Masalah
PSM Makassar Tumbang 0-2 dari Dewa United di Kandang Sendiri
Timnas Indonesia Jajaki Naturalisasi Striker Muda Luke Vickery
Paul Munster Hadapi Ujian Emosional Lawan Persebaya di Kandang Lamanya