MURIANETWORK.COM - Gelandang baru PSM Makassar, Dusan Lagator, bersiap menjalani debut krusial melawan Dewa United Banten FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Sabtu sore. Pertandingan ini berlangsung dalam tekanan tinggi, mengingat PSM sedang terpuruk di posisi ke-13 klasemen Liga Indonesia dengan 23 poin, hanya selisih satu angka dari lawannya. Debut pemain asal Montenegro ini dinantikan menjadi titik balik untuk mengakhiri tren buruk tujuh laga tanpa kemenangan tim asuhan Tomas Trucha.
Misi Stabilisasi di Lini Tengah
PSM Makassar memasuki pertandingan ini dengan beban yang jelas. Persoalan inkonsistensi, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang, telah menjadi titik lemah yang sering dimanfaatkan lawan. Kehadiran Dusan Lagator diharapkan bisa menjadi solusi. Didatangkan untuk mengisi peran vital yang ditinggalkan Yuran Fernandes, gelandang bertahan ini membawa bekal pengalaman kompetisi Eropa dan reputasi sebagai pemain yang disiplin secara taktis.
Harapan besar itu tentu tidak ringan, namun Lagator tampak menyambutnya dengan sikap tenang yang khas. Dalam konferensi pers, ia menyampaikan komitmennya tanpa gegap gempita.
“Saya akan berikan yang terbaik di pertandingan besok. Saya berharap itu cukup untuk memenangkan pertandingan, karena ini akan menjadi debut saya,” tuturnya.
Menghadapi Ujian dari Dewa United
Ujian pertama Lagator dan PSM tidaklah mudah. Dewa United, yang berada di bawah komando Jan Olde Riekerink, dikenal sebagai tim yang terstruktur rapi dan penuh kesabaran dalam membangun serangan. Pendekatan mereka yang calculative sering kali menjebak lawan yang tidak sabar.
Pelatih Tomas Trucha sendiri mengakui karakter permainan lawannya. “Mereka sabar dalam bermain dan menciptakan peluang,” jelasnya.
Dalam menghadapi pola permainan seperti itu, peran Lagator menjadi semakin sentral. Ia tidak hanya dituntut untuk memutus serangan, tetapi juga menjadi motor awal transisi yang cerdas. Kemampuannya membaca permainan dan mendistribusikan bola akan menentukan apakah PSM bisa keluar dari tekanan atau justru terjebak.
Artikel Terkait
Aprilia Diimbangi Performa Martin dan Godaan Rekrut Bagnaia
Italia Hadapi Bosnia di Zenica dalam Final Kualifikasi Piala Dunia 2026
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series