PSM Uji Duet Bek Baru Lawan Dewa United Tanpa Kapten Yuran

- Jumat, 13 Februari 2026 | 16:00 WIB
PSM Uji Duet Bek Baru Lawan Dewa United Tanpa Kapten Yuran

Sabtu malam nanti, Stadion Gelora BJ Habibie bakal jadi saksi ujian berat untuk PSM Makassar. Mereka harus menghadapi Dewa United pada laga pekan ke-21 Super League tanpa sosok kunci: Yuran Fernandes. Kapten sekaligus benteng andalan itu absen di momen yang benar-benar krusial.

Pelatih Tomas Trucha jelas harus memutar otak. Opsi yang paling mungkin adalah memainkan duet baru di jantung pertahanan: Dusan Lagator, rekrutan anyar, dipasangkan dengan Aloisio Neto. Sebuah eksperimen yang risikonya tinggi.

Memang, Lagator dikenal sebagai gelandang bertahan. Tapi postur tubuhnya yang mencapai 190 cm dan kecerdasannya membaca permainan jadi alasan untuk mencoba menempatkannya lebih dalam. Di sisi lain, Neto diharapkan bisa memberikan keseimbangan dengan pengalaman dan ketenangan khas bek Brasil. Di atas kertas, ini kombinasi yang menarik. Tapi di lapangan hijau? Semuanya masih tanda tanya besar.

Kedatangan Lagator sendiri sempat membuat deretan nilai pasar skuad PSM melonjak. Menurut data Transfermarkt, valuasi tim kini menyentuh angka Rp102,55 miliar, naik dari sebelumnya yang berkisar Rp98 miliar. Bahkan, Lagator langsung memuncaki daftar sebagai aset termahal Pasukan Ramang dengan nilai Rp7,82 miliar, menggeser posisi Yuran.

Tapi kita semua tahu, angka-angka itu tidak akan mencetak gol. Angka juga tidak bisa mencegah kebobolan. Yang dibutuhkan adalah chemistry dan performa.

Tekanan terhadap tim dan pelatih sendiri sudah memuncak. PSM baru saja memutus mimpi buruk tujuh laga tanpa kemenangan lewat kemenangan 2-1 atas PSBS Biak. Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Semen Padang sebelumnya masih menyisakan kepahitan. Kritik berdatangan soal crossing yang tidak efektif, penguasaan bola yang mudah lepas, dan penyelesaian akhir yang tumpul.

Kelompok suporter Red Gank bahkan sudah bersuara keras, mendesak evaluasi total. Kehilangan 19 poin dari tujuh laga itu, kata mereka, adalah alarm yang tidak boleh diabaikan.

Trucha mengaku paham dengan tekanan itu. Meski begitu, ia meminta semua pihak melihat konteks yang ada.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar